
Jakarta – Musyawarah Perwakilan Anggota Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) ke-7 akhirnya menetapkan Irjen Pol Benny Mamoto SH MSc menjadi Ketua Umum KKK Periode 2012-2016 menggantikan Benny Tengker.

Pemilihan yang berlangsung cukup panas namun demokratis tersebut sempat diwarnai aksi pengunduran diri sejumlah kandidat seperti Ketua Umum lama Benny Tengker serta Pdt Jemmy Tampi yang juga merupakan Ketua Panitia.
Dalam pengunduran dirinya Benny Tengker yang menceritakan bahwa dirinya telah menjabat selama 14 tahun sejak 1997 itu mengatakan bahwa dirinya tidak ingin seperti mantan Presiden Soeharto maupun Soekarno yang menjabat terlalu lama.
”Kiat nemau seperti Soekarno apalagi Soeharto yang so talalu lama kong dorang bacirita akang lantaran so talalu lama,” ujar pria yang akrab disapa Benteng.
Sedangkan dalam sambutannya Ketua Umum terpilih Irjen Pol Benny Mamoto berjanji akan melakukan konsolidasi dengan seluruh unsur di KKK serta mengajak membangun KKK dan memberikan kontribusi berarti bagi daerah.(vin)

SHS telah menitip pesan ke beberapa pihak untuk menjadikan ketua K3 selain Benny Mamoto. Pimpinan sidang kabur semua tidak bertanggung jawab. Ketua panitia sudah kalah suara maka mereka berusaha membuat deadlock. Jimmy Tampi memperjuangkan kepentingan Oesman Sapta yang notabene ingin membuat ketua K3 selain Benny Mamoto. Hasil MPA bukan liar, tapi target rekayasa tidak tercapai sehingga mereka kabur dan tidak bertanggung jawab. Mau dikemanakan KKK kalau diintervensi kepentingan politik para politisi busuk? mmg ngoni politikus so jadi tikus for rakyat !!
yah dapa lia so musti lapas lei ini BM dr Ketum KKK lantaran somo mencalonkan diri di Pilgub SULUT toh.
Selamat atas terpilihnya Irjen Polisi Benny Mamoto semoga budaya Minahasa akan selalu dihidupkan.
Dan bagi Ketua Umum lama patuari Benteng, yg telah memimpin serta selalu tidak melupakan akan budaya Minahasa selama 14 tahun kepemimpinannya… è tuari koo sela kangkai, ‘mbangko’ waya nisiwonu toro ni’itu takar tarèkan.-
Nupus ni Empung mewali wo kou nu rua.
Sighi’,
Boèng Dotulong (Stichting MORÈNO)