Siau – Miris benar strategi pemasangan bendera merah PDIP yang digencarkan tim pemenangan salat satu kandidat Bupati di Sitaro jelang Pemilukada 5 Juni. Puluhan ribu bendera yang dipasang diberbagai tempat itu, ternyata merupakan bendera tanpa tuan alias tanpa pendukung.
“Bendera itu dipasang oleh tim pendukung Tonsu tanpa pemberitahuan pada kami sebagai pemilik rumah,” koplain Hein Kahimpong, salah seorang warga Tagulandang, baru-baru.
Menurut Kahimpong, tim tersebut memasang bendera secara serampangan tidak peduli kalau pemilik rumah yang di depannya dipasangi bendera itu sebenarnya pendukung pasangan Salera (Salindeho-Kuera).
Strategi bendera tanpa tuan itu sontak mendapat kecaman di mana-mana. “Dorang kurang mo cari menang di bendera, padahal nyanda depe pendukung,” kata Etmon Lahinda, warga Siau.
“Saat ini tidak sedikit bendera tanpa tuan itu dicabut warga dan dibuang karena dipasang tanpa isin kepada tuan rumah,” kata Etmon. (alf)

@T–Man itu baru betul supaya semua tau Berapa kekuatan Salera yang sebenarnya yang pasti bahwa makin mendekati hari H Makin kuat sangat sulit di bendung… Tanggal 5 juni baru bukti nyata
PERHATIAN!!!!!
bagi pendukung atau CALON PENDUKUNG salera, KHUSUSNYA yg berada di luar daerah supaya langsung turun kelapangan untuk mengecek langsung sejauh mana kekuatan salera yang hanya diperbesar kekuatan MEDIA yang berkoar koar seakan akan salera telah memenangi pemilukada SITARO.
BISA CEK LANGSUNG KE SITARO ATAU BISA DI SURVEI LEWAT POLLING PERORANGAN.
trim’s
kandidat bupati bagimana lagi ini dua kali jadwal kampanye di tagulandang kong nyanda datang. ini namanya 200 orang pendukung SALERA di tagulandang ‘TIDAK BERTUAN’
woiiiiii….bukang pilcaleg ini kong cuma mo tampal stiker.
rakyat perlu dengar VISI dan MISI dari kandidat. KYAPA SO ABIS BAHAN???
cuma HEIN KAHIMPONG noch pendukung salera di TAGULANDANG tapi yang lain TIDAK. ngak ngaruuu…Brooo kalu cuma dia yang tolak”, torang tambah Akang jo jadi 100 orang seperti HEIN supaya salera puass….hahahahahaaaaa____—– Atau mo minta tambah??? ngaaakkk….ngarruuuu broooo”;
sing ‘;;; JANGAN PERCAYAAAA… APA YANG DORANG ADA BILANG.,,,========——-hahahaaaa—————-hahahhahaaaaaaa “maju banteng”
@ jendral cap tikus… ngana apa so? ko nungutang sikau. kau kela kahengang lainge
Hidup winsu pangbaleo
So dorang Petarung itu da sembarang pasang di orang2 pe Rumah supaya membenarkan tu dorang pe klaim 90% pro TONSU….,he…he…he…,
*Sekali Lagi*
Untuk Masyarakat SITARO dan para LSM di wilaya SITARO, tolong semuanya harus proaktif mengecek jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) atau Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang akan di pakai pada 5 juni nanti.,masalahnya pada PILKADA pertama di SITARO TONSU telah Memenagi PILKADA dengan cara2 yang tidak elegan Sehingga Pasangan MATIMADE di kangkanginya dengan berbagai cara2 licik yaitu, menyogok oknum ketua KPU dan koleganya untuk Menggelembungkan jumlah DPT dan setelah pemilihan selesai hasil hitungan terkhir berselisih kira2 8000 kertas suara..,yang menurut pekerja KPU itu adalah jumlah GOLPUT dan kertas suara yang rusak, jadi berhati hatilah karena saya percaya jumlah GOLPUT atau Kertas Suara yang rusak di SITARO kalau pun ada tidaklah sebanyak itu..,karena tingkat pendidikan dan pertisipasi masyarakat sitaro sangatlah baik.
Jadi pada saat itu saya sangat bersedih karena PAPA ARA TINU MANOI kalah di tempat kelahiranya sendiri..,dari seorang Pebisnis yang namanya TONSU yang selalu berlaku Curang..
@Para Pendukung Ex MATIMADE…,
i kite kebi NALESE su tempong PILKADA pertama kareang i TONSU dingang cara LEO Kebi…,jadi ari we KALEOKANG sau untuk Karuangsulene.
Ya sudah Nasib benderanya tidak bertuan kerena wajib hukumnya setiap kontraktor kroninya menyediakan minimal 2500 bendera kalau tidak pencairan proyeknya akan di persulit….
Hohohohohoho.. Hohohohoho, petarung alias koruptor yg bogo, pang badusta krn ngaku selalu bicara FAKTA padahal tidak, so lebe panas dgn info ini. Kita usul pa petarung, ngana pi punggu tu tonsu pe bendera bendera yg drg da cabu kong ngana pasang kase baron pa ngana pe halaman rumah. Hihihihihihi