
Tondano – Setiap partai politik memang harus solid jika ingin memenangkan calon yang diusung untuk bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Minahasa 2018 mendatang.
Dalam konteks ini, soliditas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang katakanlah akan mengusung calon petahana Drs Jantje Wowiling Sajow MSi akan diuji.
Sejauh ini memang ada pihak yang mengklaim bahwa PDIP solid untuk menangkan Jantje Sajow.
Akan tetapi entah ini hanya kabar burung atau tidak, namun ada juga pernyataan dari kalangan orang partai yang mengatakan bahwa soliditas di daerah kuat namun tetap tergantung pada keputusan DPP PDI Perjuangan.
Melihat bidikan calon petahana terhadap salah seorang kader dari Partai Golkar yaitu Imelda Nofita Rewah (INR), bukankah hal itu akan memicu kecemburuan politik kader partai berlambang banteng moncong putih itu?
Bagamana tidak, di internal PDIP Minahasa sendiri mempunyai kader senior yaitu Dharma Patria Palar (DPP). Fakta di lapangan, seluruh anggota Fraksi PDIP di DPRD Minahasa kompak mendukung DPP untuk diusung partai pmpinan Megawati Soekarnoputri itu.
Kalaupun klaim bahwa seluruh kader PDIP Minahasa tetap solid, bagaimana dengan masyarakat yang ada di belakang 11 wakil rakyat yang jumlahnya cukup banyak?
DPP sendiri kepada BeritaManado.com, Senin (5/6/2017) kemarin mengatakan bahwa dirinya memang siap jika ditugaskan partai untuk mendampingi calon petahana.
Akan tetapi soal mengamankan keputusan partai tentang siapapun pasangan calon yang akan diusung, dirinya juga mengaku siap untuk hal itu.
Hal serupa juga diutarakan sesama anggota DPRD Dicky Masengi.
“Loyalitas wajib hukumnya bagi seorang kader partai politik manapun, termasuk PDIP Minahasa. Memang ini masih belum ada kabar yang jelas figur mana saja yang akan dipasangkan dengan calon petahana, oleh karena itu tentu tidak ada salahnya kami mendukung rekan seperjuangan yaitu DPP, meski nanti ada yang menentukan,” ujar Masengi.
Sementara itu, sejauh ini baru PDIP yang terlihat sangat serius memainkan perannya untuk mensosialisasikan figur-figur calon pemimpin masa depan Minahasa di tengah-tengah masyarakat.
Partai Golkar, Gerindra, Demokrat, NasDem, Hanura dan PKPI rupanya masih wait and see, sambil menunggu momentum yang tepat. (frangkiwullur)
