
Manado, BeritaManado.com – Menanggapi berbagai isu publik yang berkembang terkait dana sebesar Rp3,4 miliar yang disita terkait dugaan Korupsi Hibah GMIM, Direskrimum Polda Sulut Kombes Pol Winardi memberikan penjelasan.
Menurut Winardi, pada 3 Juli 2025 pihaknya telah melakukan pemblokiran terhadap rekening Sinode GMIM di Bank SulutGo (BSG) Cabang Tomohon.
Hal tersebut diungkapkan Winardi, Senin (4/8/2025) siang di Ruang Rapat Direskrimsus Polda Sulut.
Winardi menjelaskan penyitaan dana ini didasari oleh temuan penyidik yang mengindikasikan adanya kerugian negara.
Menurutnya, berdasarkan hasil audit dan alat bukti yang dikumpulkan, ditemukan bahwa sebagian dana hibah tidak keluar dari kas Sinode GMIM sesuai dengan peruntukkannya.
“Kenapa kita lakukan pemblokiran, karena berdasarkan keterangan saksi ataupun alat bukti pencatatan anggaran baik mutasi bank dan buku kas umum yang menjadi kerugian negara berdasarkan perhitungan keuangan kerugian negara oleh BPKP Sulut terdapat anggaran yang tidak keluar dari kas Sinode GMIM, yaitu sisa pertanggungjawaban, duplikasi pembelian laptop dan beasiswa mahasiswa fakultas teologia UKIT. Itu anggaran yang tidak pernah keluar,” beber Winardi.
Dalam pengelolaan dana hibah tahap pertama tahun 2022, ditemukan pula bahwa dana beasiswa senilai lebih dari Rp3 miliar yang dikirim ke Fakultas Teologi UKIT kemudian dikembalikan ke rekening GMIM yang kini telah diblokir.
Dana inilah yang kemudian diduga kuat merupakan bagian dari hibah yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan menjadi dasar penyitaan.
“Penyitaan ini merupakan langkah penyelamatan keuangan negara. Jika nantinya tidak terbukti adanya tindak pidana, dana tersebut akan dikembalikan dan tidak akan digunakan oleh pihak kepolisian, kejaksaan, atau siapa pun. Namun jika terbukti, dana akan dikembalikan ke kas negara,” tegas Dirkrimsus.
Polda Sulut menyatakan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini secara transparan dan akuntabel, sekaligus memastikan setiap rupiah dana publik digunakan sesuai dengan peruntukannya.
Diketahui, pihak GMIM sendiri dikabarkan telah memindahkan dana operasional seperti sentralisasi dan lainnya ke rekening terpisah agar kegiatan organisasi tidak terganggu.
Deidy
