
Peran Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (KPw BI Sulut), Joko Supratikto dalam siaran persnya saat panen perdana bersama RPKT Taraitak mengatakan, dengan mempertimbangkan konsistensi penanaman CMK didukung jumlah lahan yang cukup luas yaitu 4 hektare dan tentunya semangat yang tinggi dari para petani muda RPKT dalam membudidaya komoditas Cabai, maka pada tahun 2024 KPw BI Sulut menyalurkan bantuan Program Ketahanan Pangan kepada Poktan Palemboyan berupa hand tractor, sprayer, bibit untuk kebutuhan 4 Ha CMK, aneka pupuk, mulsa, fungisida dan insektisida.
Melalui program bantuan ini bukan hanya untuk pengendalian inflasi tetapi juga mendorong lahirnya petani milenial yang produktif dan berdaya saing melalui penerapan Good Agriculture Practices (GAP).
Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan keberlanjutan sektor pertanian dan mendukung program Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan.
Terbaru, pada 24 Juli 2025, Bank Indonesia Sulut kembali ke Taraitak untuk melaksanakan panen bersama komoditi CMK yang diketahui telah berhasil panen berkali-kali.
Turut hadir Bupati Minahasa dan Wakil Bupati Minahasa serta jajaran pemerintah desa setempat.
Pada momen tersebut, RPKT ketambahan bantuan 1 unit traktor untuk meningkatkan kinerja di lahan pertanian.
Bank Indonesia juga turut andil dalam pembangunan Gudang Koperasi RPKT di mana peletakan batu pertama dilaksanakan setelah pelaksanaan panen bersama dengan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa.

Inovasi RPKT
Setelah mendapat ilmu dan dukungan dari Bank Indonesia, RPKT pun terus berinovasi demi meningkatkan volume produksi dan kualitas hasil panen.
Apalagi dengan gaya bertani yang makin modern dan canggih, menambah semangat dan motivasi untuk terus berkembang.
Inovasi yang dilakukan yaitu belajar menanam jenis komoditas lain agar hasil panen makin beragam.
RPKT juga sedang dalam pembentukan koperasi pertanian sebagai bentuk komitmen untuk lebih serius, tidak hanya sebagai petani tapi juga petani muda yang modern.
Para anak muda ini pun semangat menanti rampungnya pembangunan Gudang Koperasi RPKT.
“Kami berusaha untuk membangun gudang ini karena kami butuh tempat penyimpanan hasil panen dan kebutuhan pertanian yang memadai sehingga waktu simpannya bisa lebih lama. Gudang ini juga bisa jadi tempat sortir jadi hasil panen boleh berkualitas dan naik kelas sehingga nilai pasarnya boleh naik dan kami terbuka untuk seluruh warga desa bahkan luar desa,” ucap Ivan Welang.
Dengan adanya gudang ini, maka petani tidak perlu menjual rugi hasil panen karena tidak punya tempat penyimpanan, semua sudah bisa di gudang. Petani pun terbantu, baik untuk menjaga kualitas hasil panen, juga perekonomian.

Sinergitas bersama Bank Indonesia, Pemerintah Kabupaten Minahasa, Pemerintah Desa dan Apresiasi
Begitu tiba di lahan pembangunan gudang Koperasi RPKT pada 24 Juli 2025 lalu, Kepala Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto tidak henti menyampaikan kekagumannya kepada para anak muda desa yang dengan sepenuh hati menjadi petani.
BI menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah, Bank Indonesia, dan petani muda dalam menghadapi tantangan inflasi pangan, khususnya pada komoditas cabai yang selama ini menjadi penyumbang utama inflasi di Sulut.
