Bisnis dan Ekonomi

Bangga Jadi Petani, Pemuda Taraitak Terus Inovasi Jaga Ketahanan Pangan dan Inflasi

Di tengah dinamika global dan ancaman krisis pangan, upaya seperti inilah yang menjadi garda terdepan dalam memperkuat daya tahan ekonomi lokal berbasis potensi desa.

“Saya berharap, keberhasilan yang telah dicapai oleh RPKT ini dapat menjadi inspirasi bagi kelompok-kelompok pemuda lain di berbagai wilayah di Kabupaten Minahasa. Pemerintah daerah akan terus mendorong agar lebih banyak pemuda turun ke sektor pertanian, dengan pendekatan modern, teknologi tepat guna, serta pola pikir wirausaha,” pungkas Robby.

Dukungan penuh juga diterima dari pemerintah desa setempat, terutama Hukum Tua Desa Taraitak Satu, Nixon Aruperes, di mana sebagai orang tua, tentu bangga karena anak-anak muda di desa mereka memilih berkegiatan positif, bahkan melanjutkan tradisi pertanian tidak hanya untuk diri sendiri dan keluarga, tapi membantu daerah untuk menjaga inflasi dan menjamin ketahanan pangan.

“Saya selaku Hukum Tua sangat bersyukur ketika anak-anak muda di sini boleh bergerak untuk bertani, di mana mereka boleh saling mengajak, membantu teman-teman yang lain agar tidak hanya di rumah saja tapi berani untuk membuka lapangan pekerjaan dan membantu perekonomian keluarga,” kata Nixon.
RPKT pun menjadi contoh bagi anak-anak muda Minahasa untuk bertani, menjaga lahan pertanian agar tidak berubah fungsi sehingga ketahanan pangan tetap terjaga.

ADVERTISEMENT
Bangga Jadi Petani, Pemuda Taraitak Terus Inovasi Jaga Ketahanan Pangan dan Inflasi
Ivan Welang

Bangga Jadi Anak Muda yang Bertani

Perjuangan dan kerja keras RPKT pun membuat para anggotanya patut berbangga atas keputusan hidup yang mereka ambil tahun 2016, menjadi petani muda.

Ternyata, profesi yang mereka ketahui sejak kecil ini, yang biasa hanya dilihat saja karena merupakan mata pencaharian sebagian besar penduduk, termasuk keluarga mereka tidak boleh dipandang sebelah mata.

Jika tidak ada yang mau jadi petani, lahan berubah fungsi, maka krisis pangan di depan mata dan ancaman inflasi siap mengganggu perekonomian.

“Saya bersyukur boleh bergabung di RPKT. Di sana saya boleh mendapatkan ilmu yang berharga dari senior-senior, tetapi juga boleh mengenal dunia pertanian yang modern yang kurang lebih sama dengan yang saya lihat di video-video di media sosial. Bertani itu menguntungkan dan bukanlah pekerjaan yang direndahkan. Mari teman-teman berani bertani, berkebun karena di sini kita juga boleh jadi bos, boleh buka lapangan pekerjaan sendiri dan ini sangat menyenangkan karena bisa menggunakan sistim petani modern yang menggunakan alat-alat pertanian canggih,” ungkap salah satu anggota RPKT, Samuel Rotti yang kini memutuskan fokus bertani.

Sebagai Ketua RPKT, Ivan Welang pun mengaku bersyukur dan bangga karena salah satu cita-citanya tercapai, yaitu membantu teman-teman sekampungnya untuk berkembang di sektor pertanian.

Kini, anggota RPKT sudah mulai menjadi petani yang mandiri sambil terus saling menjaga dan mendukung satu dengan yang lain.
Ivan pun sedang bersiap untuk memenuhi panggilan pelayanannya yang lain yaitu menjadi vikaris di GMIM akhir tahun ini.

Namun, bagi Ivan, statusnya sebagai petani muda dari Desa Taraitak bersama RPKT tidak akan pernah ditinggalkan.

Ivan pun mengajak anak-anak muda di Minahasa untuk jadi petani, membangun daerah dari sektor pertanian.

“Mari jadi petani muda. Tidak perlu khawatir karena Bank Indonesia, pemerintah daerah dan banyak pihak siap membantu. Untuk teman-teman di RPKT, mari kita berkembang, makin maju dan berhasil bersama,” pungkas Ivan.

(srisurya)