Politik dan Pemerintahan

Bahan Baku Pengelolaan Ikan di Sulut Kurang

Manado – Gubernur Olly Dondokambey, SE melalui Kepala Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Ir. Ronald Sorongan mengatakan berdasarkan hasil analisa terhadap peta wilayah Pengelolaan Perikanan Tangkap Republik Indonesia (WPP-RI) menunjukkan potensi perikanan terbesar ada di Wilayah Timur.

Dengan demikian, pemerintah wajib menjamin pasokan dan stabilitas harga barang tersebut.

Akan tetapi realitas ini, menurut Gubernur Olly Dondokambey sangat ironis dengan adanya kekurangan bahan baku untuk unit-unit pengolahan ikan di Sulut.

“Data tahun 2016 menunjukan bahwa unit pengolahan ikan di Sulut hanya terpenuhi 18,22 persen dari kapasitas produksinya. Tentunya ini harus disikapi dan dicari jalan keluarnya,” tandasnya.

Padahal ketahanan pangan dan gizi, termasuk ketersediaan ikan dan distribusinya merupakan strategi untuk mewujudkan kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan di Sulawesi Utara.

“Ikan merupakan bahan pangan yang memberikan kontribusi protein hewani terbesar yaitu sekitar 52,7 persen. Hal itu diperkuat Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015 tentang penetapan harga kebutuhan pokok dan barang penting. Dimana ikan jenis tertentu seperti tongkol, tuna, cakalang termasuk didalamnya,” katanya pada Focus Group Discussion (FGD) Peta Pasokan Kebutuhan Aneka Jenis Ikan Konsumsi Regional Sulawesi di Manado, Kamis (27/7/2017). (***/rizath polii)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara