
Manado – Melintas di ruas Ringroad akan terlihat pemandangan memiriskan. Bayangkan, jalan kebanggaan masyarakat Sulut ini telah ‘dirusak’ sebagian oknum dengan membuang sampah dan puing-puing bangunan. Bahkan sebagian puing dibuang ke badan jalan.
“Ini sangat merusak pemandangan. Sepertinya mereka yang membuang sampah dan puing-puing dilakukan pada malam hari. Sebagian puing ada di badan jalan yang justeru membahayakan pengguna jalan terutama pengendara mobil dan sepeda motor,” ujar Maya Sigi, warga Malendeng.
Diketahui, beberapa waktu lalu wakil walikota Manado Harley Mangindaan mengatakan akan memberikan sanksi hukum bagi warga yang kedapatan membuang sampah di kawasan Ringroad. “Itu masuk pada Tipiring,” tukas Mangindaan.
Meskipun telah diperingatkan pemerintah, kenyataannya sekarang semakin banyak sampah dan puing bertebaran di ruas Ringroad. (Jerry)

ini adalah kesadaran setiap penduduk mereka tidak mau sampah nya di rumah mereka tapi buang ditepi jalan satu orang membuang ditepi jalan makan semua nya ikut. begitu aku tau apa bila kertas di sampah hanya membutukan +2thn baru hancur pelastick hanya 5thn kalau botel pelastitik yg keras bisahancur dlm wkt 25thn sesui degan cuaca di Europa adi pakai lah kesadaran buat orang jang hanya megotorkan ngara dan alam. kompas com apa bisa dan bagi mana kalau saya megirimkan foto2 bagai mana di Europa tempa tingal ku untuk kebaikan minahasa bisa di tiru melalui foto ter sebut banyak org kawanua tinggal di negara2 lebih mauju bisa kirim foto2 yg baik bisa di pergunahkan buat minahasa;terimah Kasih.
mungkin bagus kalau kita bisa memisahkan sampah organik yakni sampah2 yang bisa jadi busuk atau hancur oleh alam kita bikin kompos untuk nantinya menyuburkan tanah kita sendiri entah kebun entah taman atau tempat usaha tanaman pekarangan. sampah2 organik itu terdiri dari sisa2 makanan sayur2an buah2an daun2an rumput2an dahan2
kita olah jadi pupuk organik/kompos untuk kesuburan tanah kita dan sampah anorganik seperti plastik2, kaca, besi, seng yakni bahan2 yang tidak busuk oleh alam kita kumpul dan masukkan dalam wadah tersendiri untuk diserahkan ke petugas angkutan sampah jadi kita jangan membakar sampah2 itu karena bisa terjadi polusi udara.
Pa Salikun, saya kira teknologi yang bapa terapkan hanya memindahkan suatu masalah ke masalah yang lain, bahkan masalahnya bisa jadi exponential.
Saya lihat tidak ada unsur teknologinya dengan ide2 bapa kalau cuma asal bakar tanpa memperhatikan akibat2 lanjutan.
Semakin besar tungku yg anda buat semakin berbahaya asap yg dihasilkan.
Dan saya yakin tujuan anda buat tungku ini yaitu untuk membakar sampah2 yang lama terurai atau yang tidak bisa terurai semacam plastik dan bahan2 hasil industry…
Yang skala tong saja sudah tidak di anjurkan apalagi yang skala2 besar. Saya yakin dengan tungku anda yang ukuran standard saja, gas buang NoX, CO dan toxin yang lainnya sudah menyamai industri menengah. Karena untuk yang industry, mereka di haruskan menfilter dulu asapnya sebelum di buang ke udara. Bahkan ada peraturan yg menharuskan cerobong asap industry itu harus dengan tinggi yg di tentukan, ini semua dengan maksud untuk kesehatan lingkungan.
Pa’, ini kelihatan sepele, tapi jangan di sepelehkan karna menyangkut lingkungan juga.
Saya tahu ini bisnis anda, tapi jangan jual2 atas nama “teknologi”…
Ini menyesatkan. Dan saya juga heran ko ada sekolah2 yg menjadikannya contoh????
Lain lagi kalau bapa bilang, sampah plastik dan indutri lainnya di pisahkan dulu sebelum di bakar di bakar di ‘incenerator’ temuan anda.
Dan plastic dan bahan berbahaya lainnya di process daur ulang terpisah di industry yg ada polution control-nya…
Kenapa tidak di pisahkan saja sampahnya dan kemudian sampah organiknya biarkan terurai atau manfaatkan..
soal sampah ada kesaan dgn lain tempat dan banyak yg seperti itu bahkan lbh parah,berbagei cara dan alat tapi blm ada yg bisa dibilang mampu atasi sampah yg ada.Sy buat solusi yg nyata2 sgt bisa diandakan mengatasi sampah dgn mesti berhasil bila saja berkenan seperti kebanyakan warga masyakat lainya yg sdh menggunakan(http://teknologitpa.blogspot.com
termiakasih semua yg komentar ttg sampah. . utk diringroad setahu Sy, Walikota dan Wakil serta pejabat terkait sdh beberapa kali lakukan sidak baik siang dn malam hari. . kmdn ada yang tertangkap tangan bebrapa kali mrk yg buang sampah diringroad. ada warga Mdo dan ada warga dari luar Mdo. . mrk diantar ke ktr pemkot kmdn diberi pembinaan, tapi tetap saja msh ada yg buang sampah. . apakah mrk yg buang sampah itu tidak cinta lingkungan bersih?? ataukah memang dorang suka agar kota Mdo jangan bersih. . .!! kasihan Walikota dn jajarannya yg punya hati tulus utk bersihkan Mdo. . sampah memang masalah nasional, . . mari torang rame rame sbg warga Mdo, bakubantu jaga lingkungan jadi bersih. . torang tegor org2 yg masih suka buang sampah sembarangan. . sudah saatnya pemkot jadikan pendidikan kebersihan masuk jadi muatan lokal sbg pelajaran bagi anak2 sekolah mulai dari TK kmdn SD , SMP dst. .
Saya pernah jalan2 di mall di negeri orang dan saya lihat ada seorang ibu dengan seorang anaknya yang mungkin baru 5 tahun hendak masuk di mall tiba2 ada sehelai kertas kecil yang kebetulan terbang ditiup angin lewat didepan anak kecil tadi dan saya sungguh surprise melihat anak kecil itu lari dan menangkap kertas itu dan langsung masukkan di bak tempat sampah yang sudah tersedia di tempat2 tertentu di mall itu.. saya sungguh kagum betapa anak yang sekecil itu bisa sadar kalau kertas itu adalah sampah dan harus ditempatkan pada tempatnya.. saya sadar wahhh.. makanya negara ini begitu bersih dan rapih tidak pernah lihat sampah yang berserakan segala2nya kelihatan asri bersih dan sehat. when it gonna happen to this country ????
Right Benny.. system pendidikan untuk menjadikan kebersihan dan tertib sampah menjadi budaya/dijiwai/dikuasai/disadari oleh bangsa kita mulailah sejak dini.. dari tkk sampai dengan universitas diberikan pelajaran secara tuntas soal sampah arti dan fungsinya serta efek dan pengolahannya dengan disertai poster2 dimana2 ditempat umum, disetiap kendaraan baik pribadi maupun umum dan disetiap instansi/perusahaan apasaja baik pemerintah maupun swasta. mungkin ini bisa dipercayakan pada dinas/instansi kebersihan untuk poster2 dan brosur/leaflets supaya mentalitet kebersihan bisa mulai meresap dihati masing2 bangsa kita kalau setiap saat bisa melihat poster dan media2 informasi lainnya mengenai kebersihan sampah.
TABEA,
MAAF SAYA CUMA SEKEDAR KOMENTAR UTK MASALAH SAMPAH.
SEBETULNYA MASALAH SAMPAH MERUPAKAN MASLAH NASIONAL SEBAGAI SATU ASPEK DARI BERBAGAI ASPEK SEBAGAI GEJALA MANUSIA INDONESIA MASIH BERMENTAL “PEASANT” YANG TIDAK RASIONAL-MODEREN. (CATATAN: MENTAL PEASANT BOLEH JUGA DIPLESETKAN SECARA TIDAK ILMIAH BERMENTAL “KAMPUNGAN”). CONTOH LAIN KALAU ORANG KORUPSI SEBETULNYA IA BERMENTAL PEASANT, TIDAK RASIONAL YANG JUSTRU EMOSIONAL INGIN MENIMBUN “DESUATU” YANG MATERIAL, TIDAK MEMILIKI BUDAYA MALU, DAN HANYA BERFOKUS KEBUDAYAAN UANG. CONTOH INI MENJADI “AKAR” MASALAH ORANG INDONESIA BERMENTAL PEASANT SEBAGAI CIRI MASYARAKAT NEGARA BEKEMBANG YANG BELUM MODEREN.
KEMBALI KE MASALAH SAMPAH, ORANG MANADO YANG MODEREN KALAU DI DALAM KEPALANYA ADA BUDAYA “KEBERSIHAN-KEINDAHAN-DAN KESEHATAN. INI SUDAJ CUKUP MENJELASKAN MASALAH INTI BANGSA INDONESIA; COBA ANDA BERKUNJUNG KE SELURUH KOTA BESAR DI INDONESIA. PASTI ANDA AKAN MENEMUI SAMPAH BERBAGAI JENIS (BASAH DAN KERING) ADA DI SALURAN AIR/GOT DAN SUNGAI. INI KARENA KAMPUNGANNYA MASYARAKAT KITA. SEJAK WALIKIOTA A.A PELEALU DI MANADO SAMPAI KINI PETUGAS SAMPAH PEMERINTAH KOTA MANADO RAJIN BETUGAS SEJAK (AMPER SIANG’ DENGAN ARMADANYA BERPERANG DENGAN SAMPAH DI MANADO. INI TIDAK BERMANFAAT SECARA KONTINYU/BERKESINAMBUNGAN, KARENA MASALAH MENTALITAS PEASANT. HANYA LIMA JAM SESUDAH PETUAS KOTA MANADO MEMBERSIHA SAMPAH, 5 JAM KEMUDIAN GOT-GOT, SEKITAR TEMPAT SAMPAH, HALAMAN DEPAN TOKO/MAL, DI TROTOAR DAN BAHKAN TENGAH JALAN RAYA SUDAJ AKAN BEPEMANDANGAN SAMPAH. SAMPAHNYA DARI MANA? JELAS DARI ORANG KOTA MANADO DAN MINAHASA (MAMIBI: MANADO-MINAHASA-BITUNG) YANG ADA DAN BERKUNJUNG KE MANADO. COBA ANDA KE PASAR TRADISIONAL. DI SITU KELIHATAN LINGKUNGAN KESELURUHAN PASAR SEBAGAI IBARAT TEMPAT SAMPAH. SECARA NASIONAL MASALAH SAMPAH TAK TERATASI. JLN KELUAR: PENDIDIKAN DI KELUARGA DA SEJAK SEKOLAH TKK, SD, SAMPAI PERGURUAN TINGGI. INGAT IBU RUMAH TANGGA PENENTU PENDIDIKAN ANAK DENGAN TIDAK MENGAJARKAN: MISALNYA KALAU ANAK BALITA KEBETULAN PEGANG SAMPAH DAN SEGERA AKAN MEMBUANG, SPONTAN IBU BERTERIAK EH,EH,EH JANGAN BUANG DI SITU (MISALNYA HALAMAN RUMAH), “BUANG JO DI GOT!!!! COBA WALIKOTA MANADO TELITI ITU KE SELURUH IBU DI MANADO YANG MEMILIKI ANAK BALITA KALAU BUKAN BEGITU KENYATAAN PENDIDIKAN KEBERSIHAN LINGKUNGANNNYA. JADI MASALAH SAMPAH MERUPAKAN MASALAH PENDIDIKAN MENTALITAS YANG SECARA NASIONAL TAK DISADARI PEMERINTAH NASSIONAL (SAMA DENG MASALAH KORUPSI JUGA SEBAGAI MASALAH MENTALITAS SEBAGAI MASALAH KLASIK!!!) KASIHAN DENGAN PETUGAS SAMPAH KOTA. BIAR LEI TAMBAH ARMADA SAMPAH, NAMANYA ORANG MAMIBI BERMENTAL PEASANT TETAP MANAO BERSAMPAH. ITU PIALA ADIPURA ‘DOESNT HAVE ITS USEFULNESS”. THX. LEKUM
“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil ia juga tidak benar dalam perkara-perkara besar.”
Ada sebuah teori yang dikembangkan oleh kriminolog dari Amerika Serikat yang bernama George L. Kelling dan Catherine M. Coles. Kedua orang ini mengembangkan sebuah teori yang disebut dengan teori “Broken Window”. Teori ini menjelaskan bahwa satu jendela pecah yang dibiarkan akan mengundang orang lain untuk memecahkan kaca jendela yang lainnya. Jendela pecah yang tidak diperbaiki menimbulkan kesan ketidakpedulian, inilah yang memicu datangnya kerusakan-kerusakan lain yang lebih parah.
Contoh praktis lainnya ialah sebagai berikut: ketika kita melihat tembok rumah kita dicoret-coret oleh anak-anak bandel dan kita membiarkannya, maka tidak lama kemudian tembok lain yang masih bersih akan penuh dengan coret-coretan baru. Sikap kita yang tak acuh dan terkesan tidak peduli secara tidak langsung mengundang dan memersilahkan mereka melakukan hal yang lebih parah lagi pada rumah kita. Ketidakpedulian kita sama saja dengan memberi lampu hijau kepada mereka untuk melakukan hal tersebut, bahkan melakukan hal-hal yang lebih parah lagi.
Karena kehilangan satu paku pada tapal kuda
Maka lepaslah satu tapal kuda
Karena kehilangan satu tapal kuda
Maka jatuhlah seekor kuda
Karena jatuhnya seekor kuda
Maka jatuhlah seorang prajurit
Karena jatuhnya seorang prajurit
Maka kalahlah kita dalam pertempuran
Karena kalah dalam pertempuran
Maka satu negara akan lenyap
Intinya, jangan bersikap cuek, apatis, dan tidak peduli dengan “masalah-masalah yang kita anggap cuma dosa-dosa kecil”. Dosa kecil pasti melahirkan dosa yang lebih besar lagi; dan itu akan terjadi berulang-ulang hingga menciptakan efek bola salju. Mulanya kecil, tetapi kemudian menjadi gelindingan besar dan akan terus membesar, hingga pada suatu saat nanti kita sendiri tidak akan sanggup lagi mengatasinya. Oleh sebab itu, berhati-hatilah dengan hal-hal yang kita anggap remeh, sepele, tetapi dapat menjadi “Broken Window” kita dalam hidup ini yang dapat merusak hubungan baik kita dengan sesama dan Tuhan; bahkan merusak kehidupan kita sendiri.
http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_jendela_pecah