Warganet Tuntut Polisi Bertanggung Jawab
Meski tragedi disebut bermula dari sejumlah suporter yang turun karena tidak terima Arema FC kalah di kandang sendiri, publik tetap mendesak kepolisian untuk ikut bertanggung jawab.
Apalagi karena induk organisasi sepak bola dunia, FIFA, telah dengan tegas melarang penggunaan gas air mata di pertandingan.
Hal ini tercantum di FIFA Safety and Security Regulations, tepatnya di poin 19B.
“Usut yang nembakkan gas air mata…” kecam warganet.
“Memang aneh aparatnya,, kan posisinya di dalam stadion kenapa harus menghunakan gas air mata? Kok semacam gak mikir akibatnya gitu..” kata warganet lain.
“Padahal FIFA larang gas airmata di dalam stadion,” komentar warganet.
“ASTAGHFIRULLAH… Aduhhh ga tega liat nya… serasa ada di dalam suasana itu. Sesak,” timpal yang lainnya.
(jenlywenur)
