Politik dan Pemerintahan

Aspal tak Pernah, Rubah Status Jalan Amurang-Ratahan?

Aspal tak Pernah, Rubah Status Jalan Amurang-Ratahan?

Prof Dr Ir Joppy Paruntu, Ketua Komisi IV DPRD Sulut asal Dapil Minsel-Mitra.

 

AMURANG—Jalan Trans Amurang-Ratahan telah diusulkan jadi jalan Nasional. Padahal, jalan yang jadi tanggungjawab Provinsi Sulawesi Utara ini belum pernah di aspal alias hotmix. Tetapi, melalui anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara dapil Minahasa Selatan-Minahasa Tenggara telah mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk beruba status menjadi jalan nasional.

‘’Kalau mau jadi jalan nasional, siapa yang tak senang. Berarti, jalan ini akan diperlebar sekali. Namun demikian, jangan kan diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas PU saja belum. Bagaimana pula akan beruba jadi jalan nasional,’’ tanya Ketua BPD Desa Kilometer Tiga-Amurang.

Menurut Ruasey, kalau mau beruba jadi jalan nasional sangat senang sekali. Hanya saja, gubernur DR Sinyo Harry Sarundajang saja yang tak mau melihat kondisi jalan ini. Sejak periode pertama, warga Amurang dan Tombatu sudah mengusulkan segera diperbaiki. Sampai pada periode kedua ini pun jalan Amurang-Ratahan belum diperbaiki.

‘’Akibatnya, warga Amurang dan Touluaan serta Ratahan yang lewat selalu mengelu soal kondisi jalan tersebut. Jadi, apa yang disampaikan Prof Dr Joppy Paruntu hanya lipservice saja. Yang kami mau adalah perbaikan lebih dulu baru diusulkan beruba status. Sebab, kondisi jalan Amurang-Ratahan ini semakin parah saja,’’ kata Vicaris Pdt Wisly Sumakul, STh yang dibenarkan Mexiliano Miracle Daniel Pattyranie yang juga warga KM3.

Usul kami, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara dapil Minsel-Mitra masing-masing, Prof Dr Joppy Paruntu, Felly Runtuwene, SE, John Sumual, SE, Ir Lexi Solang, James Sumendap dan Joudy Moniaga, SE  dapat memperjuangkan diperbaiki dulu. Baru kemudian, status menjadi jalan nasional dilakukan.

‘’Bagaimana mungkin, belum diperbaiki seperti aspal atau hotmix belum pernah. Tambah lagi, kondisi jalan Amurang-Touluaan-Ratahan semakin rusak. Warga dan pengendara yang melewati harus kerja ekstra. Kalau ugal-ugalan, pasti cilaka,’’ pungkas, Ruasey, Sumakul dan Pattyranie. (and)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara