
Manado, BeritaManado.com — Sehubungan dengan situasi Pandemik Virus Corona (COVID-19) dan sejumlah langkah antisipatif yang diambil Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut mendapat apresiasi dari legislator DPRD Sulut Jems Tuuk.
Kepada BeritaManado.com, Sabtu (28/03/2020) malam ini, anggota Komisi II DPRD ini menilai, Pemprov melalui Gubernur, Wakil Gubernur serta Pangdam dan Kapolda telah bahu-membahu membuat terobosan program penanggulangan COVID-19.
“Menurut apa yang saya lihat dan rasakan bahwa masyarakat kelas menengah ke bawah di Sulut mengalami kesulitan yang luar biasa, termasuk petani, dimana sebagian besar lahan sawah gagal panen karena hama tikus dan hama lainnya. Dengan tidak adanya turis di Sulut maka pendapatan nelayan menurun jauh. Demikian juga untuk pekerjaan padat karya, banyak tukang yang menganggur karena tidak ada pekerjaan. Praktis yang bisa menghasilkan uang hari ini hanya Tambang Rakyat atau tambang emas,” jelas Jems Tuuk.
Berdasarkan hal tersebut, lanjut legislator asal BMR ini meminta kepada Eksekutif dan rekan-rekan Legislatif agar segera mengambil langkah terobosan.
“Seperti .engevaluasi kembali alokasi anggaran pada APBD 2020, sekalipun APBD yang sudah diperdakan. Karena kita dapat menggeser dana tersebut untuk keperluan yang urgen dalam menanggulangi COVID-19,” usulnya.
Kemudian, lanjut Tuuk, segera mengalihkan dana TKD, perjalanan dinas dan belanja modal untuk kebutuhan masyarakat dan Kesehatan.
“Lalu, dana tersebut dapat dibelanjakan untuk pangan, vitamin dan obat-obatan kemudian dibagikan gratis ke masyarakat,” tuturnya seraya menambahkan untuk biaya operasional aparat keamanan yaitu TNI, Polri dan Satpol PP dalam menjalankan program social distancing serta perlengkapan petugas kesehatan,” ujarnya.
Dirinyapun menambahkan, untuk kelas menengah kebawah kehidupan mereka sangat terpuruk.
“Jika kondisi lebih memburuk dan tidak teratasi sampai 2 bulan kedepan, saya kuatir rakyat akan marah dan terjadi Chaos karena tidak ada dana untuk pangan dan kesehatan. Sekali lagi saya berharap, segera lakukan pergeseran anggaran untuk APBD tahun 2020,” tutupnya.
(AnggawiryaMega)
