
Manado — Aksi demo yang dilakukan Kerukunan Basis Sopir-sopir Angkutan (KBSA) Kota se-Kota Manado di Zero point sempat terjadi kericuhan dengan aparat kepolisian.
Sopir trayek Pall II 45 Dedy Manangkoda yang menjadi korban pemukulan menduga ada 4 orang oknum polisi telah melakukan pemukulan.
“3 orang polisi pakai seragam, sedangkan satu orang tidak. Pas sampai di lokasi langsung melakukan pemukulan di dada saya dengan berteriak jangan takut untuk mendapatkan pukulan,” kata Dedy Manangkoda, pria asal kombos timur lingkungan V, Senin (23/10/2017).
Sementara itu Ketua KBSA Samuel Lanongbuka akan memproses secara hukum atas kejadian pemukulan kepada anggotanya.
“Mungkin memang ada terjadi sekidit miss komunikasi dengan pihak kepolisian. Namun hal ini kita akan tindaklanjuti dengan melaporkan ke pihak Propam Polda Sulut karena kalau tidak akan membias,” terang Samuel Lanongbukan.
Samuel Lanongbuka berharap anggota KBSA jangan ada yang terpancing dengan suasana.
“Teman-teman jangan terpancing, percayakan saja pada pengurus. Untuk alasan pemukulan belum diketahui nanti lewat BAP di kepolisian saja,” ujar Samuel Lanongbuka.
Sementara itu, Kabag Ops Adi Saptia mengatakan bila memang ada pemukulan dari pihak polisi silahkan saja dilaporkan.
“Polri itu kan profesional. Bila masyarakat ada bukti-buktinya silahkan saja laporkan, asal jangan hanya ngomong tidak ada pembuktian itu percuma. Tadi kan sepintas hanya bentuk provokasi bentuk oknum saja,” ungkap Adi Saptia.
Tambah Ady Saptia, bahwa sebenarnya aksi ini merupakan aksi damai dengan diam saja disini (Zero point).
“Kecuali mereka lakukan tindakan kejahatan jadi kita tangkap lalu proses, sesuai dengan izin mereka,” ungkapnya.
(Anes Tumengkol)
