
Keberhasilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam Pembangunan Bidang Ketenagakerjaan di Sulawesi Utara mendapatkan penghargaan dari pemerintah Republik Indonesia. Gubernur Sulawesi Utara Dr Sinyo Harry Sarundajang hari ini menerima penghargaan yang diberikan oleh Menteri Tenaga Kerja RI atas nama Presiden RI di bidang Pembangunan Ketenagakerjaan.

Penghargaan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) diserahkan Menteri Tenaga Kerja RI Muhaimin Iskandar pada acara Nakertrans Expo 2012 yang dilaksanakan di halaman Kementerian Tenaga Kerja RI Jakarta. Dalam penjelasannnya Menteri Tenaga Kerja RI menyampaikan bahwa Indikator Utama pemberian penghargaan ini adalah Pengupahan dan Peningkatan Kesejahteraan Pekerja.

Kebijakan Gubernur Sulawesi Utara di bidang ketenagakerjaan selama ini dinilai berpihak pada Tenaga Kerja dan Peningkatan Produktivitas . Oleh karena itu investasi banyak masuk ke Sulawesi Utara yang berimbas pada Peningkatan Penyerapan Tenaga Kerja.

Ketika memulai periode kepemimpinan Gubernur Dr. Sinyo Harry Sarundajang pada tahun 2005, tingkat pengangguran di Sulawesi Utara masih tercatat pada angka 14%. Di akhir tahun 2012 menurun sampai angka 7,8%. Selain itu Upah Minimum Provinsi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dan peluang investasi de segala sektor mengalami pertumbukan pesat yang menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Gubernur yang didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulut Harold Monareh, SH, M.Si mengatakan bahwa penghargaan ini dipersembahkan bagi rakyat dan khususnya Kaum Pekerja di Sulawesi Utara.

“Tekad pemerintah Provinsi untuk terus memperbaiki dan meningkatkan tingkat kesejahteraan pekerja sambil terus mengembangkan peluang investasi di Sulut akan terus dipacu di masa yang akan datang,” ujar mantan Sekretaris Kota Manado empat periode ini.

sebenarnya masih banyak orang muda sulut yang memiliki sosok “Competitiveness Value and Competitivenss Power”, mau bekerja keras dan dekat dengan rakyat … cuma faktor kesempatan saja belum ada ! karena bukan anak pejabat atau anak mantan pejabat.
Hehehe..
Sulut juga perlu beri penghargaan bagi Prof Sondakh. Penghargaan ‘Ayah yang Paling Setia’ meskipun anaknya tukang bohong dan curi uang rakyat
Sebenarnya le Angelina Sondakh boleh mo diperhitungkan, maar sayang sekali so dapa cap koruptor :)
Sulut Perlu Bersyukur dan Berbangga dengan Dihadirkannya oleh Yang Mahakuasa, Dr Sinyo Hary Sarundayang, tang sarat prestasi Nasional maupun Internasional, ditengah masyarakat dan Sejarah Sulawesi Utara pada era kontemporer sekarang ini. Perlu disyukur karena prestasi prestasi beliau menujukkan bahwa Sulawesi Utara memiliki sosok yang mempunyai “Competitiveness Value and Competitivenss Power” sebagai Calon Wakil Presiden RI. Mempunyai “nilai tarung” dan “daya saing” yang tinggi, untuk didukung menjadi Calon Wakil Presiden pada 2014 dst. Untuk itu, bolehkah saya mengajak seluruh Kawanua Sulawesi Utara dan seluruh warga Sulawesi Utara untuk perlu merapatkan barisan, dengan menganut pola pikir “positive thinking”, bukan “negative thinking” (baku baku cungkel), untukj dapat menghilankan batas batas perbedaan (pemicu konflik) diantara , merapatkan barisan dan membangkitan Semangat Kawanua , dengan mengacu pada semboyan semboyan yang digaungkan oleh Mantan Gub EE Mangindaan Torang Samua Basudara, yang kemudian lebihdielaborasi oleh Alm. Drs AJ Sondakh (Mantan Gubernur) : Baku Baku Bae, Baku Baku Hormat, Saling Mengasihi, (seperti yang telah dipaterikan Alm AJ Sondakh pada dan melalui Bukit Kasih Kanonang. Marilah Saling Menghormati dan menghilangkan batas batas Perbedaan dalam satu barisan, arak arakan, memberikan support, semangat juang dan dukungan sosial, politik untuk mewujudkan Impian menjadikan SHS, EE Mangindaan sebagai calon Wapress, Wakil Presiden dari Sulawesi Utara , serta Tokoh senior yang masih Prima seperti Theo Sambuga, Olly Dondokambey, serta muncul Tokok dan Politisi Muda dan Kaum Intelektual (Prof Donald Rumokoy Rektor Unsrat dan Prof Tuerah, Rektor Unima) juga pada Posisi Kabinet ataupun DPR pada Periode 2014-2020. Semoga. :Let Us Have A Dream and Let Us Pray and Work Hard for the Dream Comes True. Syalom. Prof Lucky Sondakh.