Bolmong Raya

4 Sungai Di Boltim Tercemar Bakteri

4 Sungai Di Boltim Tercemar Bakteri
Petugas DLH mengambil Sampel Air di Salah satu Sungai di Boltim

BOLTIM, BeritaManado.com – Empat sungai di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, tercemar bakteri fecal coliform.

Hasil uji laboratorium WLN di Manado dan analisa Dinas Lingkungan Hidup bakteri fecal coliform sedikit diatas ambang batas untuk empat sungai di Buyat, Kotabunan, Motongkad dan Paret.

“Pencemaran bakteri ini sedikit di atas ambang batas,” ujar Reza Pahlevi Kepala Bidang Persampahan, Limba B3 dan Pengendalian dan pencemaran, DLH Boltim, Selasa (1/10/2019).

Menurut Reza, munculnya bakteri fecal coliform disebabkan perlakukan manusia dan hewan dalam membuang kotoran di sungai.

“Pencemaran bakteri ini paling banyak disebabkan kotoran hewan yang mengalir di empat sungai itu,” tambah reza.

Kata dia lagi, kelebihan ambang batas ini, karena hasil uji sampel air dalam 100 mili liter terdapat 100 kolonil. Sehingga jika mengkomsumsi air ini tanpa dimasak, bisa terjadi penyakit seperti diare, disentri, typhus dan cholera.

Selain empat sungai yang diambil sampel, ada juga tiga sumber air yakni air baku Kotabunan, PDAM Kotabunan dan Danau Mooat. 

“Hasilnya tidak terdeteksi adanya merkuri dan sianida. Maka air tersebut memenuhi syarat dipakai keperluan domestik artinya bisa pakai untuk aliri sawah, perikanan dan sumber air minum,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Boltim, Sjukri Tawil mengatakan, pengambilan sampel tahun ini targetnya 11 titik dengan anggaran Rp100 juta lebih.

Anggaran tersebut sudah masuk biaya Laboratorium WLN dan perjalan dinas pengambilan sampel air.

“Kami perkirakan pengambilan sampel satu kali 3 juta lebih per titik,” ujar Sjukri Tawil.

Ia menambahkan, pengambilan sampel ini memang sulit dilakukan, karena air tidak bisa diam, harus segera diantar ke laboratorium di Manado. (wan)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara