
Sekda Lynda Watania didampingi jajaran dan Direktur IPDN Kampus Sulut Arnold Poli
Tondano, BeritaManado.com — Sebanyak 24 Praja Muda Angkatan 35 dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sulawesi Utara baru saja menyelesaikan Program Magang II di Minahasa.
Setemonial penutupan kegiatan tersebut digelar di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa didampingi Camat Kawangkoan Utara, Kawangkian Barat dan Sonder.
Sekda Lynda Watania dalam sambutannya mewakili Bupati Minahasa Robby Dondokambey, mengatakan bahwa praktik lapangan tersebut merupakan fase krusial bagi calon birokrat untuk membandingkan teori di bangku kuliah dengan realitas pelayanan publik.
“Magang seperti ini adalah waktu pembelajaran untuk membandingkan antara teori dan implementasi. Di lapangan, kita belajar bahwa pelayanan publik bukan sekadar standart operasional prosedur (SOP), tetapi bagaimana menyikapi dinamika masyarakat yang beragam,” ungkap Sekda Lynda Watania.
Selama 30 hari sejak 5 Januari 2026, para praja ditempatkan di empat kecamatan untuk mengawal 11 program strategis.
Salah satu fokus utama adalah percepatan Identitas Kependudukan Digital (IKD) melalui pelayanan “jemput bola” bersama Disdukcapil Minahasa.
Sekda Lynda Watania, yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Dukcapil Provinsi Sulut mengingatkan para praja bahwa data kependudukan adalah “embrio” dari seluruh kebijakan negara.
“Indonesia adalah negara besar dengan APBN yang terbatas. Jika data kependudukan tidak akurat, akan terjadi inefisiensi dan pemborosan dalam sektor kesehatan, pendidikan, hingga bantuan sosial. Di sinilah peran penting kalian untuk memastikan pelayanan yang profesional dan rapi,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur IPDN Kampus Sulawesi Utara Arnold Poli memberikan apresiasi atas dukungan penuh Pemkab Minahasa, khususnya dalam memfasilitasi kebutuhan teknis dan penyediaan orang tua asuh bagi praja di lapangan.
“Kami berterima kepada Bupati, Wakil Bupati dan jajaran yang telah menerima anak-anak kami. Pengalaman praktik di Minahasa, terutama dalam urusan kependudukan dan catatan sipil, menjadi bekal berharga karena prodi ini merupakan unggulan di kampus kami,” kata Arnold.
Senada dengan itu, Ariani Puspitasari, perwakilan praja asal Yogyakarta, mengaku terkesan dengan keramahan warga Minahasa.
“Kami belajar mendekatkan diri kepada masyarakat dan memahami bahwa integritas adalah kunci utama sebagai pelayan publik,” ungkapnya.
Acara penarikan ini turut dihadiri oleh Koordinator Akademik dan Kerjasama IPDN Sulut Renny Taniowas, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati serta Kepala BKPSDM Kabupaten Minahasa.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan kembali para praja secara resmi dari pemerintah daerah kepada pihak kampus.
(***/Frangki Wullur)
