
Langowan, BeritaManado.com — Panti Asuhan Melania Langowan yang didirikan pada 10 Desember 1947 atas prakarsa Pastor Hubertus Geurts MSC dan didukung oleh peran serta jasa yang sangat besar dari Evie Mandagi yang sangat akrab dipanggil Tante Evie.
Evie Mandagi merupakan salah satu cucu dari perintis kembalinya misi Katolik di Minahasa yaitu Daniel Mandagi pada 19 September 1868 yang ditandai dengan baptism sejumlah umat oleh Pater Johanes de Vries SJ.
Menurut catatan Uskup Emeritus Manado Mgr. Yosef Suwatan MSC pada Buku Kenangan 50 Tahun Panti Asuhan Melania Langowan, bahwa sejak awal Evie Mandagi membantu Pastor Hubertus Geurts MSC sekaligus menjadi ibu dari anak-anak Panti Asuhan Melania Langowan.
Dalam perkembangannya, orang lain yang berjasa yaitu K. Makarawung yang menginisiasi kerja sama dengan “Djawatan Urusan Sosial” di Manado bersama sejumlah rekan lainnya yaitu Frans Lumowa, Dina Taarungan, M. Paslima dan lain-lain.
Kelangsungan kehidupan di Panti Asuhan Melania Langowan terus diupayakan oleh oleh suster-suster dari Tarekat JMJ (sekarang SJMJ).
Tahun 20 Oktober 1953, Tarekat Suster JMJ kala itu secara resmi menerima tanggungg jawab untuk mengurus Panti Asuhan Melania Langowan.
Adapun jebolan-jebolan Panti Asuhan Melanian Langowan kini telah menikmati karir yang sukses dalam pekerjaan atau profesi sehari-hari dan hal itu diakui juga tidak lepas dari didikan para pengasuh di Panti Asuhan Melania Langowan, termasuk para suster.
Demikian diutarakan Emmanuel Josafat Tumar yang saat ini menjadi salah satu tenaga ahli di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
Kepada BeritaManado.com, Emmanuel Josafat Tular mengatakan bahwa selama menjadi penghuni Panti Asuhan Melania Langowan, dirinya begitu banyak memiliki kenangan.
“Yang saya ingat selama di tinggal di Panti Asuhan Melania Langowan yaitu betapa disiplinnya para suster dan pegnasuh lainnya dalam membentuk kepribadian saya dan teman-teman menjadi lebih baik. Selamat menyongsong Yubelium 75 tahun Panti Asuhan Melania Langowan pada tahun 2022 mendatang,” ungkapnya.
Ia pun berharap kedepan, Panti Asuhan Melania Langowan dapat menjadi lebih baik lagi, untuk mempersiapkan masa depan anak-anak yatim piatu yang ada.
(Frangki Wullur)
