Amurang – Masyarakat Desa Boyong Pante Dua, Kecamatan Sinonsayang mengaku bingung harus menyampaikan aspirasi, terkait lahan pekuburan yang terus tergerus air.
Akan hal ini sudah sering disampaikan ke wakil rakyat dan pemerintah daerah melalui instansi terkait sayangnya hingga kini belum direalisasikan alias diperbaiki.
“Ya, sudah sering kami sampaikan keluhan tentang area perkuburan agar dapat di buat bronjong untuk menyelamatkan perkuburan yang ada sampai sekaran ini tidak ada perhatian oleh pemerintah dan dewan,” keluh Hukum Tua Boyong Pante Dua, Hendrik Maniku.
Lanjut dia, pernah dari komsi II DPRD Minsel melihat langsung keberadaan kuburan yang sudah 15 kuburan yang hanyut, namun belum disikapi atau paling tidak diusulkan perbaikan ke Pemkab Minsel.
“Terus terang masyarakat kecewa, karena anggota dewan terhormat belum mampu perjuangkan aspirasi masyarakat, apalagi dari dapil sendiri baik melalui reses dan menyampaikan langsung sayangnya hingga kini belum diperjuangkan,” ketus Maniku, belum lama ini.
Lanjut dia menjelaskan bahwa, setiap musim hujan selalu ada banjir hinga merusakan pekuburan dan sampai ada yang hanyut. “Usulan kami hanya membuat tanggul atau bronjong agar pekuburan tidak terus hanyut terbawa air sungai sampai di pantai,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Robby Sangkoy mengakui sudah mengetahui hal tersebut dan sudah kami usulkan ke instansi terkait.
“Memang kami sudah meninjau dan kami sudah usulkan tapi tinggal menunggu APBD Perubahan dan itu juga adalah wewenagnya dari propinsi lewat SDA sumber Daya Air,” kata Sangkoy. (sanlylendongan)

