Berita Utama

Yulius Selvanus–Victor Mailangkay Hadiri Cap Go Meh Kota Manado, Simbol Harmoni Sulut

Gubernur Sulut Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay saat menghadiri Cap Go Meh Kota Manado dan memukul gong tanda dimulainya pawai.
Gubernur Sulut Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay saat menghadiri Cap Go Meh Kota Manado dan memukul gong tanda dimulainya pawai.

Laporan: Jhonli Kaletuang | Manado.

Kehadiran Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay di perayaan Cap Go Meh Kota Manado langsung menyita perhatian warga, Selasa (3/3/2026). Di tengah padatnya kawasan Kampung Cina, dua pimpinan daerah itu tampil sebagai simbol kuat harmoni dan toleransi di Sulawesi Utara.

Bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Cap Go Meh Kota Manado tahun ini terasa lebih bermakna secara simbolik.

Ribuan warga memadati lokasi perayaan yang menjadi puncak rangkaian Imlek 2026 tersebut. Kehadiran Yulius Selvanus dan Victor Mailangkay mempertegas dukungan pemerintah daerah terhadap ruang ekspresi budaya masyarakat Tionghoa di Kota Manado.

Yulius Selvanus dan Victor Mailangkay di Cap Go Meh Kota Manado

Dalam suasana penuh sukacita, Yulius Selvanus menyampaikan rasa hormatnya kepada masyarakat Tionghoa yang merayakan Cap Go Meh Kota Manado.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengucapkan banyak selamat kepada masyarakat Tionghoa,” katanya disambut tepuk tangan oleh semua yang hadir.

Ia juga berharap kepada semua masyarakat yang merayakan cap go meh, semua diberkati oleh Tuhan sang pemilik kehidupan.

“Kiranya juga banyak rejeki, bahagia selalu menjadi bagian kita semua,” tambahnya.

Ucapan tersebut mengundang aplaus panjang dari peserta yang berasal dari sembilan klenteng. Momentum itu memperlihatkan kedekatan emosional antara pemerintah dan masyarakat dalam suasana perayaan budaya.

Cap Go Meh Kota Manado Perkuat Harmoni Sulawesi Utara

Usai sambutan, Yulius Selvanus memukul gong sebagai tanda dimulainya pawai Cap Go Meh Kota Manado. Dentang gong tersebut menjadi simbol resmi dibukanya rangkaian atraksi budaya yang telah lama menjadi kalender tahunan Kota Manado.

Cap Go Meh merupakan perayaan hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek. Di Kota Manado, tradisi ini berkembang menjadi peristiwa budaya yang tidak hanya bernilai religius, tetapi juga memperkuat identitas sosial masyarakat Sulawesi Utara yang majemuk.

Kehadiran Wakil Gubernur Victor Mailangkay di sisi Yulius Selvanus semakin mempertegas soliditas kepemimpinan daerah dalam menjaga stabilitas sosial. Pemerintah ingin memastikan setiap komunitas mendapat ruang yang sama untuk merayakan tradisi.

Turut hadir Pelaksana Harian Sekprov Sulut Denny Mangala, Wali Kota Manado Andrei Angouw, Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang, Kapolresta Manado, Koordinator Staf Khusus Gubernur Sulut, serta jajaran pejabat Pemprov Sulut dan staf khusus gubernur.

Kebersamaan lintas unsur ini menunjukkan sinergi pemerintah provinsi dan pemerintah kota dalam merawat keharmonisan.

Dampak Sosial dan Pesan Toleransi

Cap Go Meh Kota Manado bukan hanya pesta budaya. Perayaan ini turut menggerakkan aktivitas warga dan pelaku usaha di sekitar Kampung Cina, sekaligus memperkuat citra Sulawesi Utara sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi.

Kehadiran Yulius Selvanus dan Victor Mailangkay di Cap Go Meh Kota Manado menegaskan bahwa pemerintah berdiri bersama seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang.

Di bawah dentang gong pembuka pawai, Cap Go Meh Kota Manado kembali membuktikan bahwa keberagaman adalah kekuatan.

Dan harmoni adalah fondasi Sulawesi Utara.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara