
Portal Analisis Data Berbasis Peta (PANADA)
Manado — Dalam liputan langsung BeritaManado.com, di ruang Big Data Pemkot Manado, Jumat (14/6/2019), secara rinci Kepala Badan Bapelitbang Manado Dr. Liny Tambayong, ST, M.Si, menjelaskan tentang aplikasi Portal Analisis Data Berbasis Peta (PANADA).
“Kami tidak menggunakan konsultan, tetapi semua tentang ‘Panada’ dibuat oleh tenaga yang kami rekrut, ahli dibidang IT dan GIS,” Liny Tambayong, mengawali penjelasannya.
Liny Tambayong menjelaskan pembuatan aplikasi ‘Panada’ tidak menggunakan konsultan, karena berdasarkan pengalaman, biasanya selesai tahun anggaran, maka akan ditinggal konsultan begitu saja.
Untuk itu pemkot merekrut tenaga ahli ‘Information Technology‘ (IT) dan ‘Geographic Information System‘ (GIS).
Adapun bagian-bagian tugas kerja dalam Unit Pelayanan Tekhnik (UPT) IT ini yaitu System Analysis, Programmer, Admin Security System, Networking dan Database Administration.

“Dengan anggaran yang disiapkan oleh pemerintah kota 3 Milyar rupiah, aplikasi ini telah kami buat setahun yang lalu,” kata Liny Tambayong.
Liny menjelaskan adanya petunjuk dari atasan dengan dana 3 Milyar rupiah, Bapelitbang sebagai badan yang bertanggung jawab pembuatan aplikasi ‘Panada’, telah menyiapkan semua alat dan perangkat serta tenaga ahli, sehingga aplikasi ini boleh berjalan sejak tahun lalu.
“Hebatnya pengumpulan data awal dikerjakan oleh 504 kepala lingkungan se-kota Manado,” kata Liny menjelaskan soal data awal dari aplikasi ini.
Liny juga menjelaskan tujuan dari ‘Panada’ agar pemerintah dapat mengawasi/mengontrol perkembangan serta mendapatkan data ‘real time’.
“Kapan saja jika diinginkan, pimipinan dapat melihat data secara ‘real time’, sebagai bentuk pengawasan dan kontrol,” ujar Ibu Kaban yang murah senyum ini.

Selanjutnya dikatakan kehebatan dari fitur-fitur yang ada dari ‘Panada’, antara lain pendataan IMB, Ijin Usaha, bahkan jumlah penduduk.
“Data dari BPS jumlah penduduk Manado baru 400 ribuan, sementara ‘Panada’ sudah 500 ribuan dan 2020 BPS akan kerja sama dengan kita,” ungkapnya.
Ditanya soal siapa yang mengoperasikan aplikasi ini, sambil mengacungkan telunjuk, beliau menunjuk satu persatu mereka yang ada diruang itu.
“Mereka-mereka inilah orang yang dipercayakan mengoperasikan aplikasi ini,” tegas beliau, disambut senyum semua yang ada diruangan Big Data.
Ditambahkannya hanya mereka yang bisa mengupdate data dalam sistem. Sementara masyarakat bisa melihat hasilnya berupa peta, posisi gedung, jalan, jembatan, pusat perbelanjaan dan sebagainya.
“Jadi mereka ini kepercayaan pemkot,” tegasnya.

Saat disinggung soal keunggulan aplikasi ini, dengan semangat wanita tangguh ini langsung mangacungkan jempolnya.
“Wow, sudah berapa penghargaan yang didapat Pemkot Manado dari ‘Panada’,” tandasnya.
