
Manado, BeritaManado.com – Calon Anggota KPU-RI Yessy Momongan memaparkan prestasi KPU Sulawesi Utara (Sulut) di Pilgub 2020 pada tahapan Fit and Proper Test bersama Komisi II DPR-RI, Selasa malam (15/2/2022).
Dalam program inovasi jika terpilih menjadi Komisioner KPU RI, Yessy Momongan menawarkan kebijakan penataan anggaran yang lebih efisien.
Hal itu, kata Yessy, karena ketersediaan anggaran negara yang belum stabil akibat pandemi Covid-19
Menurut Yessy, kedepan agenda sosialisasi KPU bisa difokuskan dengan mengandalkan perangkat teknologi terlebih di daerah yang memiliki jaringan internet.
Dikatakan, penataan anggaran bimbingan teknis (bimtek) dari KPU Provinsi, kabupaten/kota hingga badan adhoc tidak harus digelar di gedung mewah, tapi memaksimalkan metode dalam jaringan (daring).
“Dan itu sudah kami lakukan saat Pilgub 2020. KPU Sulut mengembalikan anggaran sebesar Rp20 Miliar ke pemerintah karena efisiensi berbagai kegiatan,” kata Yessy dihadapan Komisi II.
Di Pilgub 2020, terang Yessy, KPU Sulut juga tidak memiliki sengketa administrasi maupun hasil.
“Semua itu karena pertimbangan dan ketelitian tinggi dari penyelenggara,” katanya.
Jika mendapat kepercayaan menjadi penyelanggara pemilu di tingkat pusat, Yessy memiliki visi menjadikan ‘Pemilu dan Pemilihan yang Efisien, Berkepastian Hukum, serta Kepemimpinan yang Berintegritas’.
Adapun misi Yessy adalah merancang anggaran pemilu dan pemiihan yang efisien, transparan dan akuntabel.
Kemudian, menyusun PKPU, Pedoman Teknis, SOP yang berkepastian hukum, tepat waktu dan partisipatif.
Ketiga, menyusun desain tahapan persiapan dan penyelenggaraan pemilu yang efisien.
Keempat, mengoptimalkan pemahaman teknologi informasi yang handal dan mudah digunakan.
Dan kelima, memperkuat kepemimpinan organisasi secara hirarki dan memperkuat kompetensi, profesionalisme, dan integritas penyelengara pemilu.
(Alfrits Semen)
