
Manado, Berita Manado.com — Permesta merupakan bagian sejarah yang sangat melekat dalam perjalanan daerah Sulawesi Utara (Sulut), khusus masyarakat Minahasa.
Sejak masa lalu dikenal istilah diantara orang Minahasa, “Rumputpun Permesta”.
Dalam perjalanan sejarah setelah penyelesai peristiwa Permesta pada medio tahun 1961, mulai muncul organisasi – organisasi dengan label dan semangat kejuangan Permesta.
Pada tahun 2024 Boyke Rompas, SH sosok yang pernah menjadi pejabat teras Pemerintah Propinsi Sulut, terpanggil untuk melestarikan semangat kejuangan Permesta dalam bentuk pelayanan kasih.
“Saya diwaktu lalu merangkul beberapa rekan untuk membentuk satu wadah yang terkait semangat kejuangan Permesta. Dan dipilih wadah itu berbentuk Yayasan yang murni untuk pelayanan kasih, tanpa embel-embel apapun seperti muatan politik dan kepentingan pribadi. Yayasan ini diberi nama Yayasan Permesta Sejahtera Indonesia” terang Boyke Rompas, SH yang juga merupakan putera dari salah satu Tokoh Permesta, alm. Mayor Nyong Rompas yang juga diketahui pemilik Bintang Gerilya dan dikenal sebagai Perwira TNI – AD dengan basis daerah perjuangan di Jawa Timur Sabtu, (7/6/2025).
Tentang Yayasan Permesta Sejahtera Indonesia, Boy Rompas, SH telah terpanggil untuk memberi diri.
Boy menuturkan bahwa, kebetulan almarhum Ayahanda dulu dalam Permesta adalah Komandan Batalyon X yang berada dalam jajarannya Bapak AE Kawilarang dan DJ Somba, jadi sebagai anak dari seorang Komandan Batalyon.
“Maka saya relatif tahu cukup banyak tentang peristiwa-peristiwa sejarah Permesta dimasa lalu dengan semangat kejuangan yang murni dari para Tokoh Permesta,” ucap Boyke.
Berangkat dari sana saya rangkul beberapa teman yang memiliki semangat yang sama tapi dengan catatan tidak ada aroma kepentingan politik serta muatan kepentingan pribadi selain semangat pelayanan kasih kepada masyarakat dengan fokus awal kegiatan kepada keluarga dari para pelaku Permesta.
Nama Permesta sangat mahal karena tumbuh dari semangat perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa”, tegas Boyke Rompas, SH selaku penggagas dan pendiri serta Ketua Yayasan Permesta Sejahtera Indonesia
Lanjut Boyke Rompas terkait Yayasan Permesta Sejahtera Indonesia.
“Puji Tuhan Yayasan kami telah diakui negara melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum. Jadi kami bergerak dengan dipayungi SK Menteri Hukum. Dikarenakan semangat awal adalah pelayanan kasih tanpa embel-embel kepentingan politik dan kepentingan pribadi, maka siapapun yang bergabung dalam yayasan ini akan dikeluarkan dari yayasan kami jika tidak taat dikarenakan akan merusak cita-cita dan tujuan awal dibentuknya Yayasan Permesta Sejahtera Indonesia. Jadi jika ada yang bergerak dengan organisasi lain yang “bernuansa” Permesta tanpa persetujuan Pimpinan Yayasan, maka akan di keluarga ini sebagai upaya proaktif-antisipatif terhadap masuknya kepentingan politik dan muatan pribadi yang berpotensi merusak semangat tujuan awal pembentukan Yayasan,” jelas Boyke Rompas pensiunan birokrat senior yang pernah beberapa kali menjadi Kepala Dinas di beberapa Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Daerah Provinsi Sulut
Yayasan Permesta Sejahtera Indonesia yang berkantor di kawasan perkantoran bergengsi di kota Manado dengan motor utama Boyke Rompas, SH sebagai Ketua dan putera Komandan Batalyon F, Beto Umboh, Frederik Anderson Umboh, SH, MP mantan pejabat senior Pemprop. Sulut dipercaya sebagai Sekretaris Yayasan.
Sedangkan Pengawas Yayasan dipegang oleh mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara, Johanis Jantje Rumambi.
Tergabung pula dalam yayasan Taufik M Tumbelaka, putera bungsu mantan Gubernur Pertama Sulut, FJ ‘Broer’ Tumbelaka yang dikenal salah satu figur utama dibalik penyelesaian peristiwa pergolakan melalui Permesta Kembali Ke Pangkuan Ibu Pertiwi dan beberapa sosok lainnya juga bergabung dalam Yayasan Permesta Sejahtera Indonesia
Menurut catatan redaksi, sosok Ayahanda Ketua Yayasan Permesta Sejahtera Indonesia, Boyke Rompas, SH merupakan Tokoh Permesta, almarhum Mayor Nyong yang memiliki Bintang Gerilya dari Presiden – Panglima Tertinggi Soekarno
Presiden Panglima Tertinggi Soekarno, Mayor Nyong Rompas berkiprah sebagai Perwira di Brigade XVI Jawa Timur dan Batalyon Worang Gunung Kawi Jawa Timur serta Perwira 702, Dan Kie Wirabuana Makassar.
Pada saat sebelum peristiwa ‘pergolakan’ Permesta pada tahun 1957 hingga penyelesaian ‘perdamaian’ Permesta Kembali Ke Pangkuan Ibu Pertiwi pada tahun 1961.
