
Manado, BeritaManado.com — Walaupun sudah dibubarkan, namun gerakan radikalisme dari kelompok tertentu disinyalir masih terjadi.
Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan dari Pengamat Sosial dan Politik, Ruben Saerang.
Bertugas sebagai Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) yang membidangi masalah Konflik Sosial, Ruben Saerang meminta ketegasan TNI/Polri memperhatikan masalah ini.
Terlebih dalam mewaspadai masuknya praktik-praktik terlarang itu di Sulut.
Menurut Ruben, gerakan radikalisme dapat membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Ideologi Pancasila.
“Parahnya praktik ini ditenggarai sudah masih ke lembaga pendidikan seperti kampus dan sebagainya. Bahkan nampak di beberapa daerah. Ini tidak boleh dibiarkan,” tegas Ruben, Selasa (10/5/2022).
Ruben meminta masyarakat di bumi nyiur melambai tetap menciptakan suasana persaudaraan dan kerukunan umat beragama.
Memperkuat tali persaudaraan dan keutuhan menjadi pondasi kuat mengawal keutuhan bangsa.
Ruben juga berharap Pemprov Sulut dan jajaran pemerintah di kabupaten/kota bersama unsur forkopimda aktif mengontrol setiap perkembangan di masyarakat.
Apalagi kata dia, Sulut merupakan wilayah yang terbuka dengan siapa saja.
Ia menambahkan, setiap warga yang ke Sulut mesti taat pada slogan Gubernur Olly Dondokambey yakni ‘torang semua basudara karena torang ciptaan Tuhan’.
‘Peran para tokoh agama menolak gerakan radikal adalah tindakan penting mempersempit ruang oknum-oknum ini. Tugas kita semua mengawal kebhinekaan dalam UUD 45 dan Pancasila,” tandasnya.
(Alfrits Semen)
