
Jakarta, BeritaManado.com — Kabar mengejutkan datang dari dunia suplemen kesehatan.
Produk Blackmores Super Magnesium+ yang sedang jadi sorotan di Australia karena diduga menyebabkan keracunan vitamin B6 pada ratusan penggunanya, ternyata juga ditemukan beredar di pasar online Indonesia!
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengakui keberadaan suplemen ini di Tanah Air.
Namun ditegaskan BPOM bahwa produk tersebut tidak dijual secara resmi alias ilegal.
“BPOM telah melakukan penelusuran di marketplace di Indonesia dan menemukan beberapa tautan penjualan daring produk tersebut,” terang BPOM dalam keterangan resminya pada Selasa (22/7/2025), dilansir dari Suara.com jaringan BeritaManado.com.
Menanggapi temuan ini, BPOM tak tinggal diam dan bergerak cepat.
Mereka langsung berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), serta berbagai marketplace terkait.
Hal ini untuk menurunkan dan memblokir semua tautan penjualan Blackmores Super Magnesium+ yang ilegal.
Tak hanya itu, BPOM juga memberikan peringatan keras bagi para pelaku usaha yang nekat mengedarkan suplemen kesehatan tanpa izin edar.
Sanksi pidana berat sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan menanti mereka yang melanggar.
Ancaman hukuman jelas, yakni penjara hingga 12 tahun atau denda maksimal Rp 5 miliar.
Ini menunjukkan komitmen BPOM untuk melindungi masyarakat dari produk berbahaya.
Sanggahan dari Distributor Resmi
Adapun PT Kalbe Blackmores Nutrition, distributor resmi Blackmores di Indonesia, menegaskan bahwa mereka tidak pernah menjual produk Blackmores Super Magnesium+ yang sedang bermasalah di Australia.
Corporate External Communication Kalbe Farma, Hari Nugroho, menyatakan, “Produk tersebut tidak terdaftar maupun diedarkan secara resmi di Indonesia.”
Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu membeli produk Blackmores melalui jalur distribusi resmi dan menggunakannya sesuai petunjuk pada label.
Pelajaran dari Australia: Bahaya Keracunan Vitamin B6
Situasi ini bermula dari gugatan class action yang diajukan ratusan warga Australia terhadap Blackmores.
Mereka melaporkan berbagai gangguan serius, mulai dari gangguan saraf, kelelahan ekstrem, hingga neuropati, setelah mengonsumsi suplemen dengan kadar vitamin B6 tinggi.
Salah satu penggugat bahkan ditemukan memiliki kadar B6 dalam tubuhnya 29 kali lipat dari ambang normal setelah mengonsumsi suplemen Blackmores selama empat bulan.
