Bahkan pada musim natal dan jelang tahun baru, cuaca ekstrem berulang menjadi salah satu faktor penghambat utama wisatawan masuk ke destinasi unggulan Sulut seperti Minahasa, Bunaken, Danau Tondano, Likupang dan wilayah pesisir utara lainnya.
Tips Siaga Praktis untuk Keluarga Sulut
- Pastikan saluran air lingkungan dan talang rumah tidak tersumbat
- Perhatikan stabilitas pohon besar, reklame, dan benda tinggi di sekitar rumah
- Kurangi aktivitas berkendara saat intensitas hujan mulai meningkat
- Jangan berteduh di bawah pohon besar saat angin kencang
- Simpan dokumen penting dalam wadah anti air
- Persiapkan tas evakuasi ringan terutama bagi keluarga yang tinggal dekat bantaran sungai atau daerah rawan longsor
- Cek info resmi BMKG setiap hari sebelum aktivitas
Aktivitas cek cuaca harian sebaiknya menjadi kebiasaan keluarga Sulut, bukan hanya ketika mendengar kabar banjir sudah terjadi.
Literasi cuaca dan bencana harus menjadi bagian pengetahuan dasar sehari-hari orang Sulawesi Utara, terlebih di era digital yang membuat arus informasi BMKG dapat diakses real time.
Generasi muda perlu dilatih membaca peta peringatan dini, memahami warna skala waspada-siaga-awas, serta memproses dampak risiko sebelum kejadian.
Ini akan mengurangi kepanikan masyarakat saat peristiwa mulai muncul.
Dengan semakin banyak platform lokal, media online, influencer daerah, komunitas gereja, media kampus dan konten edukasi digital yang menayangkan informasi BMKG secara konsisten, dampak bencana hujan ekstrem dapat ditekan seminimal mungkin. Keselamatan masyarakat adalah tujuan utama.
Peringatan dini BMKG bukan hanya laporan harian, ini adalah sinyal koordinasi publik untuk melindungi diri, keluarga dan lingkungan.
Mulai sekarang, mari jadikan literasi cuaca sebagai budaya Sulut dalam menghadapi musim hujan panjang setiap tahun.
Informasi resmi BMKG:
Facebook: https://www.facebook.com/BMKGSulut
Website: https://www.bmkg.go.id/
(rds)
