
Bitung – Aksi demo kembali digelar ribuan warga Batuputih, Selasa (11/2/2014) terkait penahanan 17 orang warga atas laporan BKSDA Sulut soal dugaan perambahan TWA Batuputih.
Dari informasi, warga mulai bergerak sekitar pukul 9.50 Wita menggunakan 21 unit kendaraan roda empat bak terbuka. “Warga pertama kali akan menggelar aksi di kantor walikota kemudian ke DPRD dan terakhir Polres Bitung,” kata Kuasa Hukum warga Batuputih, Michael Jakobus.
Alasan mendatangi Pemkot dan DPRD kata Jacobus adalah untuk meminta dukungan moril karena selama ini Pemkot dan DPRD terkesan diam melihat perjuangan warga. “Kami meminta dukungan moril karena warga ditahan karena ada ketidakadilan,” katanya.
Tuntutan kedua kata Jakobus adalah meminta Pemkot dan DPRD membentuk tim untuk mengusulkan lahan perkebunan rakyat karena selama ini dari lahan TWA Batuputih dan Cagar Alam (CA) Tangkoko warga Batuputih tak mendapatkan apa-apa.
“Apa salahnya meminta lahan di TWA dan CA untuk dikelola sebagai hutan produktif atau perkebunan rakyat karena aturan memperbolehkan daripada selama ini hanya oknum petugas BKSDA Sulut yang membuka lahan di kawasan,” katanya.(abinenobm)
Akar permasalahan sebenrnya ketidakadilan
