Berita Utama

Wali Kota Sebut Fogging Liar, Ini Tanggapan RAPI Manado

personil Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kota Manado
personil Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kota Manado

 

Manado – Pernyataan Wali Kota Manado melalui jaringan Radio pagi tadi diduga menyebutkan kegiatan fogging yang dilakukan selain pemerintah kota (Pemkot) Manado merupakan kegiatan liar, mengundang reaksi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI).

Pasalnya, ungkapan Wali Kota Manado tersebut diduga kuat ditenggarai pelaksananaan kegiatan fogging beberapa hari terakhir ini di bulan Januari oleh RAPI Manado yang diketuai Harley Mangindaan disejumlah wilayah di Kota Manado tanpa berkoordinasi dengan pemerintah.

“Sebagai organisasi nasional yang mempunyai tujuan kemanusiaan, selalu setia membantu masyarakat Indonesia. Kegiatan fogging yang kami lakukan, tulus dan sukarela demi membantu pemerintah dan masyarakat dalam rangka penanganan DB (Demam Berdarah),” ujar Noldy Rompas, koordinator lapangan RAPI Rescue Kota Manado ini.

Lanjut ditegaskannya, panggilan kemanusiaan dalam rangka membantu masyarakat tersebut dilakukan tanpa pamrih dan bersifat sukarela, tanpa unsur kepentingan apapun.

“Personil RAPI tidak digaji oleh pihak manapun, karena apa yang kami lakukan merupakan panggilan kemanusiaan. Kami hanya mengumpul poin sebanyak mungkin untuk masuk sorga. Itulah yang mendorong kami untuk terus berbuat dan melayani masyarakat,” tegas Rompas.

Selain itu, dirinya juga menegaskan bahwa RAPI Kota Manado tidak terlibat kepentingan politik. Sebab, keberadaan RAPI bagian dari masyarakat dan berbuat demi kebutuhan masyarakat juga.

“Tanpa pak Ai Mangindaan (sapaan Harley Mangindaan) sebagai ketua pun, kami tetap menjalankan kegiatan sosial dan kemanusiaan. RAPI tidak berpolitik. Kegiatan fogging yang kami lakukan ikut didukung sepenuhnya Dirut RS Kandouw sebagai ketua RAPI Sulut,” tandasnya.

Ditambahkannya, RAPI secara nasional memiliki MoU bersama SAR, Polri, TNI, BNPB, PMI ddan sejumlah pihak lainnya untuk bersama-sama menggelar kegiatan kemanusiaan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulut DJohari Kansil pun menyatakan dukungan dan apresiasinya bagi seluruh komunitas yang ikut terlibat dalam kegiatan fogging sebagai upaya penanganan DBD di Sulut.

“Saya memberikan apresiasi kepada komunitas yang peduli terhadap masyarakat dengan menggelar fogging,” ungkap Kansil disela-sela kegiatan fogging bersama RAPI Kota Manado di Kecamatan Mapanget beberapa waktu lalu. (leriandokambey)

Update:

3 tanggapan untuk “Wali Kota Sebut Fogging Liar, Ini Tanggapan RAPI Manado”

  1. Minta penjelasan kenapa sudah dalam situasi darurat demam berdarah pemkot sepertinya kehilangan rasa untuk membantu masyarakat manado dengan kegiatan fogging etc. Bukannya inisiativ , koq malah bilang liar? Mo bilang nda ada doi/dana? Apa susahnya bikin surat edaran suruh samua lurah ajak masyarakat swadaya fogging? Coba buka tu hati juga jang cuma buka mata…Itu korban rata2 anak jacili loh..

  2. Yth. Redaksi BM, mhn klarifikasi ttg “…kegiatan fogging yang dilakukan selain pemerintah kota (Pemkot) Manado merupakan kegiatan liar” Sepanjang acara Walikota Ron Manado edisi Jumat 30/01, Walikota tidak pernah menyebutkan kata-kata LIAR dan tidak pernah menyebut nama organisasi.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara