Berita Utama

Wali Kota Manado Sosialisasikan Langsung Perwal Pengelolaan Sampah

Wali Kota Manado Sosialisasikan Langsung Perwal Pengelolaan Sampah

Manado, BeritaManado.com – Pemerintah Kota Manado mengadakan Evaluasi Pengelolaan Persampahan dan Sosialisasi Peraturan Wali Kota No 33 tahun 2018 Tentang Pengurangan dan Penanganan Sampah Berbasis Kecamatan Kota Manado, Jumat (28/06/2019), di ruang serbaguna Pemkot Manado.

Sosialisasi ini disampaikan langsung oleh wali kota Manado Dr. Ir. GS Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA.

Dikatakan wali kota, permasalahan sampah merupakan hal yang serius ditangani pemerintah kota, dikarenakan volume sampah yang banyak.

ADVERTISEMENT

“Untuk itulah, maka sejak periode kepemimpinan yang kedua kami menanggapi serius mengenai permasalahan sampah ini,” ucap wali kota Vicky Lumentut.

Wali Kota Manado Sosialisasikan Langsung Perwal Pengelolaan Sampah

Lebih lanjut dikatakan wali kota, ada sampah yang masih bisa kita recycle (daur ulang) untuk dikelola menjadi sesuatu yang bisa dipakai.

“Sampah ini ternyata menjadi sebuah penghasilan bagi beberapa orang. Ada yang keluar masuk rumah untuk meminta sampah. Maka dari itu saya sempat ditawari teman-teman dari Minut yang mengelola bank sampah untuk membantu mengelola sampah untuk di daur ulang,” ujar Vicky Lumentut.

Dikatakan wali kota, hampir 86 miliar dialokasikan pada tahun 2018 untuk mengelola sampah. Jumlah ini meningkat dari anggaran tahun sebelumnya.

“Kita mengalokasikan kendaraan pengangkut sampah disetiap kelurahan dan kecamatan untuk mengangkut sampah,” ucap wali kota.

Wali kota berharap masyarakat kota manado untuk mencintai lingkungan. Dimulai dari rumah tangga, baru ke lingkungan, keluarahan, dan kecamatan.

“Karena di TPA Sumompo sudah tidak bisa lagi menampung, maka melalui perwal ini akan menyelesaikan masalah sampah di kecamatan,” jelas wali kota.

Wali kota Manado menjelaskan, sambil menunggu TPA regional, pemkot manado akan menanggulangi sampah lewat alat pembakar (incinerator).

Paling tidak ada 5 kecamatan yang akan kita tempatkan alat pembakar ini di tahun ini dan tahun depan akan dilengkapi semua kecamatan dengan alat pembakar incinerator.

“Ini adalah solusi kami supaya tidak banyak sampah yang ke TPA. dengan menggunakan alat pembakar ini yang temperaturnya tidak boleh d bawah 800derajat celcius, sehingga tidak terjadi polusi,” ujar Vicky Lumentut.

(MiltonPantouw)