Politik dan Pemerintahan

Wakil Sekretaris Golkar Sulut: Siapa Banyak Uang Dia Menang

Manado – Wakil Sekretaris Partai Golkar Sulut Eddyson Masengi menilai kekalahan banyak calon Partai Golkar di pemilihan kepala daerah disebabkan fenomena pemilih yang berubah menjadi pragmatis. Uang menjadi ‘senjata’ untuk memenangkan pertarungan.

“Saat ini pemilih lebih pragmatis sehingga sulit diprediksi. Jadi keterpilihan calon tidak lagi ditentukan oleh elektabilitas dan kualitas, yang terjadi siapa banyak uang dia menang,” tutur Masengi.

Untuk itu Partai Golkar menurut legislator Sulut ini perlu mengantisipasi dengan perubahan strategi. Mengejar target menang, tambah Masengi, Ketua DPD I PG Sulut Stefanus Vreeke Runtu sudah bekerja maksimal.

“Fenomena seperti ini perlu diantisipasi dengan mencari strategi lain dalam setiap pemilihan kepala daerah dan pilcaleg dimulai dari perekrutan calon. Ketua DPD I sudah maksimal, turun dimana-mana memberikan penguatan melalui strategi-strategi mantap. Itu secara normatif tetapi anomali yang terjadi selalu, survei tinggi bukan lagi jaminan,” tegas Masengi. (Jerry)

20 tanggapan untuk “Wakil Sekretaris Golkar Sulut: Siapa Banyak Uang Dia Menang”

  1. @all, Sebrnarnya ini adalah negara Demokrasi, negara dengan Asas ideologi PanCasila.. saya sependapat dengan Remmy saya mengaris bawahi kata remmy “Rakyat sangat bosan dengan janji2 yang tidak bisa ditepati sehingga ketika menentukan pilihan yang digunakan yaitu “janji yang langsung ditepati” yaitu seperti yang media istilahkan “serangan fajar” atau bahasa lainnya Money politics”

    For Golkar: untuk figur-figur yang mewakili partai, sarankan kepada calon yng mewakili partai untuk selalu menepati janji mereka…

    For partai Lain : figur birokrasi yg sesungguhnya adalah tidak ikut-ikutan dalam kesalahan orang lain (imba) sebaiknya itu mnjadikan patokan bagi kita agar selalu mnghindari Kegiatan Money Politic… karena Negara Kita akan Di Cap Sebagai NEgara Yg Sakit akan Politik

    For arnold: mantap… STOP MONEY POLITIC

    INGAT FOR SEMUA PARTAI TERMASUK GOLKAR
    “jgn berdiri diatas Kesalahan Orang Lain Sekali waktu kamu akan Terjatuh Dalam Kesalahan Yang Sama”

    TORANG SAMUA BASUDARA… UTO TOLE, UNGKE KEKE WAWU ASO… semua basudara….

  2. haahaaa…haaaaa…haaa..””

    stel..logat lagi.;”
    einstein..einstein.. bae bae jangan Munta ubi…wek’

    Qta cuma iko ngana pe alur..einstein!!
    hahahhhaaaa…..haaaa…haaaaaaaa *sakipurutatawa*

  3. hehehehe…
    Memang sih…beritamanado gw maklumi kalau posting si bloon T-Man dimuat biar agak belepotan mulutnya…hehehehe…
    Einstein sempat terpancing juga ikut-ikutan ngomong gak karuan kayak si T-Man…
    ada posting einstein di thread ‘Olly kembali diperiksa’… sebanyak 3 postingan gw melabrak T-Man habis2an sampai beritamanado sendiri ngeri untuk memuatnya…hahahaha…
    bahkan…threat berita itu udah dihapus sama administrator kayaknya…
    coba saja cari tuh berita kalau masih ada…

    gw bilang ke TMan…einstein ‘serba bisa’…
    berdebat bisa…mengumpat juga bisa…hahaha…

    tapi udahlah…gw bisa maklumi tingkat kecerdasan TMan seperti apa….kalau si bloon satu lagi Petarung adalah simbol pendukung kampanye Tonsu…sedangkan TMan simbol kualitas pendukung pemerintahan Toni Supit…hehehehe…

    Kan biasa kalau anak-anak itu ngomong gak bisa…jadinya ngejek-ejekan saja…hehehehe…

    Remmy mau nyuruh si T-Man berbebat…??…hahahaha…
    memangnya si TMan mau ngomong apa..??
    palingan mulutnya cuma keluar kentut…preeet…
    yang keluar dari mulutnya hanya apa yang biasa masuk ke mulutnya itu…?? ( t…. ) baca saja postingnya diatas…hahahaha…

    makanya namanya t…man… (manusia t…)

  4. Saya bukan bagian dari partai Politik, mungkin apa yang paparkan oleh Einstein tidak semuanya betul, tapi di era ,modern saat ini apalagi kita sebagai negara Demokrasi sebenarnya bebas untuk mengeluarkan pendapat mengenai segala hal tapi juga harus dengan mekanisme dan bahasa yang baik, dan saya rasa tulisan dari Einstein masih wajar2 saja walaupun menurut saya sedikit Ekstreem dan bagi teman2 yang tidak sependapat dengan Einstein ada baiknya berdialog atau berdebat dengan santun tanpa harus menggunakan kata2 atau kalimat yang mengandung ancaman atau makian, dan saya rasa Admin juga sudah seharusnya turun tangan dan menyeleksi komen2 yang tidak etis sekalipun memang kita bebas mengeluarkan pendapat. sekali lagi saya tidak membela Einstein dalam hal ini…
    Salam Damai dari Rakyat Biasa…

  5. ngana einstein cuma tau taii…ngana!!!
    ngana cuma tau mo bilang sogok pemilih..sogok pemilih !!!

    woiii…einstein kalu so kalah..ya..kalah” Akui saja!!

    Apa ngana bilang pemilih tidak berpikir rasionalis..?? so ngana to nyanda rasionalis.
    Pa ngana pe OTAK cuma ada taii..polooo'””

    ngana Einstein saki’ hati skali kang..! WS (SALERA) Kalah di SITARO walaupun so pake doi.
    woiiiiii..Einstein ERA sudah berubah buka ngana pe mata;”

    jangan berkecil hati Einstein masih ada TALAUD pangge jo pa ‘WS’ bacalon ulang di sana, itupun kalu ngonii so nyanda ada paiiitt!!

  6. Setiap kita mungkin memiliki banyak analisa mengenai Pilkada yang terjadi di SULUT, saya tidak ingin beradu analisa dan argumen karena saya yakin ada beberapa orang di Forum ini yang sudah makan asam garam di Politik daerah maupun tanah air, yang mungkin bisa saya tarik kesimpulan dari argumen-argumen yang sudah dipaparkan, semakin memperjelas bahwa Rakyat sangat bosan dengan janji2 yang tidak bisa ditepati sehingga ketika menentukan pilihan yang digunakan yaitu “janji yang langsung ditepati” yaitu seperti yang media istilahkan “serangan fajar” atau bahasa lainnya Money politics, dan peluang inilah yang digunakan oleh hampir seluruh partai politik di daerah ini. saya ingin sedikit menanggapi mengenai pergantian lambang daerah yang selalu diangkat sebagai bahan kampanye dan politik, menarik untuk kita sama-sama nantikan apa yang akan dilakukan oleh JS jika nantinya dilantik sebagai Bupati Mitra yang baru sehubungan dengan Lambang Daerah…..
    Salam Damai dari Rakyat Biasa….

  7. Analisa politi….analisa situasi….konstelasi….tak ada artinya ketika uang sudah bekerja dalam artian bekerja menyogok pemilih…
    Sudah terjadi di sulawesi utara…secara analisa politik…dalam kampanye PG kelihatan unggul…di Sangihe…Sitaro…Mitra…dll tetapi kenyataan ketika menerima uang, pemilih tak lagi berpikir rasionalis…

    gw udah beberapa kali ngomong dengan warga soal pilihan hati dalam pemilu…semuanya hanya menjawab…tergantung siapa kasih uang…
    wah saya balik nanya…’koq gitu ya…’???
    memang sudah begitu jaman sekarang…!! jawab mereka…

    siapa yang akan mengembalikan situasi menjadi normal kembali…???

    tampaknya sulit…karena elit politik yang punya prinsip dan ‘konsep’ yang penting menang…mereka memanfaatkan situasi ini dan lebih meninabobokan warga dengan kebiasaan itu…

    dan itulah saat ini yang menjadi ‘pilihan hati nurani’…

    hehehehe…kayaknya udah bukan kampanye yang harus diadakan melainkan perbanyak KKR….

  8. Perkenalkan nama saya YANUARDI Abraham dipercaya oleh Partai BULAN BINTANG untuk menjadi Caleg DPR RI Sulut dengan no URUT 6 (ENAM). jika ada yang bisa saya bantu dengan segala keterbatasan yg saya miliki silahkan konfirm saya di facebook dengan alamat [email protected]. Terimakasih atas perhatiannya.

  9. Menarik jika kita mengkaji pernyataan Masengi ini terkait pemilih lebih pragmatis sehingga sulit diprediksi.

    Kegagalan Golkar bukan karena uang, namun kredibilitaas. Kenapa Pemilihan Walikota (Pilwako) di Kotamobagu, Golkar dan PDIP bisa kalah dari Tatong Bara (PAN). Statement dari Masengi irasional bukan rasional. It’ not beyond believe. Harus tahu raxis (akar) terlebih dahulu dari masalah ini, “What kind of problem so that Golkar party are lost in Mitra” just think please, what the factor?

    Sebetulnya faktor penyebab kekalahan T2 di Mitra yang diusung oleh PG lantaran: 1)Burung manguni digantikan burung merpati 2) Disclaimer empat kali 3) DPRD ajukan impeachment terhadap T2 dan ini berpengaruh di masa injury time Pilkada 4) Lebih tepat merekrut Ronald Kandoli menjadi pasangan T2, pasalnya RK sangat populer dibanding Rondonuwu. 5) SVR adu strategi dengan Olly Dondokambey 6) Isu politik yang kurang 7) Jeremiah Damongilala menarik suara T2 8). Kurang pintar membaca wants and need masyarkat Mitra 9) T2 tak disupport oleh Olly Lasut suaminya dan Jimmy Rimba Rogi. 10) Kurang memanfaatkan ormas Brigade Manguni, padahal ketuanya berdomisili di Ratahan. 11) Tidak menempatkan 40 Persen – 50 persen pejabat asal Mitra. 12) Ada 4 pasang yang maju, dibanding dengan waktu lalu.Memang kekalahan PG berturut-turut sebuah pelajaran berharga. Dan akankah dominasi Golkar berakhir. Begitu pula kekalahan PG di Sitaro belum lama ini lantaran kurang membaca konstelasi politik, suhu politik, siapa lawannya, lebih baik papan dua terus duduk daripada memaksakan Winsulangi Salindeho yang pada akhirnya tumbang. Di Minahasa SVR tak berkutik menghadapi konsep SHS dan Olly Dondokambey… Apakah ini pertanda matinya dominasi PG di Sulut.

  10. ganti jo ona tu vreekee….. so nd ad power kasiang dia ….. mo bertahan apa le….so kalah truss …..mundur jo lebeh bae…lebih terhormat …..

  11. penyebab utama masy berpikir pragmatis adalah partai.karna partai/ kader hanya janji-janji palsu. terlebih partai penyumbang terbesar pelaku koruptur.katax suara rakyat suara GOLKAR …eh tahu -tahu dukung niak BBM…..bukankah GOLKAR juga berpemikiran pragmatis ?[makkasar]

  12. Masukan Untuk UU Keormasan

    Akhir-2 ini proses penggantian UU Ormas Tahun 1985 sedang dalam pembahasan oleh DPR-RI tetapi memunculkan kritik masyarakat karena terkesan dalam rancangan UU Keormasan ini mengambil oper nomenklatur dan paradigma era ordebaru yang mengacu pada otoriterisme negara yang ingin mengendalikan ormas-2 untuk kewpentingan negara. Pertanyaannya paradigma apa sebetulnya yang harus digunakan oleh Pemerintah dan DPR-RI dalam menyusun RUU Keormasan itu . Sebelum menjawabnya bahwa penulis berpendapat Nomenklatur Undang-2 ini seharusnya tdk menggunakan istilah UU Keormasan tetapi UU Berserikat dan berkumpul mengacu pada amanat pasal 28 UUD 1945 yang tidak menggunakan istilah Organisasi kemasyarakatan tetapi menggunakan istilah ” Kemerdekaan berserikat dan berkumpul…… dst. Kemudian kalau kita berbicara ttg paradigma UU berserikat atau berkumpul maka seharusnya mengacu pada paradigma kemerdekaan berserikat atau berkumpul. Maknanya adalah bahwa rancangan UU ini tdk boleh membatasi kemerdekaan setiap warga negara untuk membuat perserikatan atau perkumpulan. yang perlu diatur adalah jumlah yang diperkenankan membuat perserikatan atau perkumpulan, adalah Dasar dan asas cirinya, kedudukan dan fungsinya , susunan pengurusnya dlm jumlah tertentu, ada kantornya , ada sumber dananya, terdaftar dan ada yang bersifat nasional ada yang bersifat lokal. Berkaitan dengan praktek adanya organisasi yang sering bertindak anarchis terhadap sesama organisasi yang kadang bertindak melampaui fungsinya serta adanya organisasi yang melarang pembentukannya didaerah tertentu itu cukup diserahkan kepada aturan hukum yang berlaku. sihak pulukadang pengamat

  13. Ketika bangsa kita sejak tahun 2004 melaksanakan demokrasi langsung pada pilpres dan pemilukada maka menurut pengamat Indonesia dari New York Time ada tiga faktor yang dominan digunakan pemilih untuk menentukan pilihannya yaitu agama, suku dan duit. Faktanya memang para calon menggunakan jalur organisasi agama, isu putra daerah, jalur organisasi kekeluargaan dan duit. Walaupun demikian bukan hanya karena faktor duit yang paling menentukan tetapi gabungan antara faktor kualitas figur yang kebijakan-2nya apa dirasakan bermanfaat bagi sebagian besar pemilih atau tidak, faktor jaringan apakah solid atau tdk dan faktor dana operasional tersedia cukup atau tidak serta faktor harmonisasi hubungan antara Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah harminis atau tidak dan faktor dinasti. Kekalahan Golkar yang beruntun di Sulut ini bukan hanya karena duit tetapi gabungan faktor-2 ini. Kekalahan Golkar ini akan berdampak negatif terhadap perolehan suaranya pada pemilu 2014. Karena faktor jaringan birokrasi yang menjadi andalannya sudah hilang dan sudah dikuasai partai lain dan faktor jaringan internal partai golkar sendiri tdk solid. Indikasinya para pendiri Golkar sendiri al MKGR dan Kosgoro tidak lagi ebrsama Golakr ditambah dengan ketidak kompakan internal Golkar sendiri. Sehingga bisa diprediksi perolehan suara Golkar pada pemilu 2014 akan turun minimal 50 %. Sehingga kalau ada petinggi Golkar mengharapkan bisa menjabat Ketua DPRD Sulut dan daerah-2 kemungkinannya kecil kecuali terjadi pergantian kepemimpinan yang memiliki kualitas dan sumber dana yang cukup. Di internal Golkar ada cukup tersedia kadernya seperti itu seperti Theo Sambuaga bos bank Lippo Waketum dpp GolkAR , H.A.Gerungan Ketua Kosgoro Sulut,Jerry Sambuaga ( tokoh Muda Dan calon dpr-ri yang cerdas ).

  14. So butul itu, betul skali…. maling teriak maling. Asal asal jo ini edison, ngoni yg mulai mo batunjung orang. Kalau so kalah ya kalah…sudah jangan segala macam alasan. memang Golkar rupa oto/mobil so usang…orang so xenia avansa ngoni kurang rupa hartop kurang peminat, memang besar kuat, mar boros deng so tua sayang

  15. Semua Pilka di Indonesia, menggunakan Politik Uang,,,tanpa uang jgn harap akan jadi pemenang, pemenang akang akan jadi pemimpin Korupsi krn akan gunakan semua cara utk mengganti biaya politik yg besar, yang kalah menjadi stress,,,utang kiri kanan. masyarakat Indonesia belum siap dgn Pilkada langsung,,biaya besar dan byk korban nyawa, harta akibat kerusuhan, makanya kembalikan saja, Pilkada Gubernur dan Bupati kepada DPRD I dan DPRD II, pasti mereka akan keluar dana jua tapi tidak sebesar dgn Pilkada langsung.

    Bung Edyson,,,komentar bapak,,sama dengan menyerang diri sendiri (Golkar),,,bukankanh CEP-SFT yg di usung Golkar Minsel, menang karena Uangnya banyak,,??? Makanya jgn sok idealis,,karena hampir semua Pilkada di Indonesia,,menang karena Uang, apalagi Pilkada di SULUT, sungguh Ironi,,,katanya warga SULUT SDM tertinggi di bawa DKI Jakarta, tapi masyarakat SULUT sangat tergantung dgn Money Politik,,Selamat kepada masyarakat yang masih mempunyai HATI NURANI,,utk tidak menerima uang dari calon menang maupun kalah,,

    Money Poltik NO,,,hati Nurani YES,,,

  16. baguslah kalau begitu, cuma perlu strategi melawan pemilik uang yg gak punya kemampuan plus mental duit.

  17. Itu kesalahan Golkar sendiri , kiapa sejak Pilkada langsung tahun 2007 , Golkar kase belajar rakyat Sulut dgn money politik ??? . Dulu Imba beking arisan Kepala Daerah Golkar Rp 1 Milyar untuk bantu Calon Golkar yg maju Pilkada . Skarang ajaran money politic itu so jadi senjata makan tuan for Golkar !!!

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara