
Bitung – Wali Kota Bitung, Max Lomban menerima kunjungan Wakil Duta Besar (Dubes) China untuk Indonesia, Mr Sun Weide bersama rombongan di Kantor KEK Kelurahan Sagerat Kecamatan Matuari, Minggu (28/01/2018).
Wali kota mengatakan, tujuan kedatangan Dubes asal negeri Tiongkok bersama rombongan yang terdiri dari beberapa investor itu untuk melihat sudah sejauh mana perkembangan pembangunan KEK yang direncanakan luasnya mencapai 534 Ha.
Ia pun menjelaskan tentang letak dan keberadaan Kota Bitung di Provinsi Sulawesi Utara yang melalui Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2014, ditetapkan sebagai KEK.
“Lokasi KEK Kota Bitung sangat strategis, karena merupakan pintu gerbang ekonomi ke negara-negara di Asia Pasifik,” katanya.
Aksesibilitas kata dia, didukung dengan adanya Pelabuhan Hub Internasional Bitung sebagai hub perdagangan bagi Kawasan Timur Indonesia.
“Kota Bitung hanya berjarak 44 km dari Ibukota Manado, dan saya yakin KEK Kota Bitung dapat menjadi pusat pertumbuhan dan distribusi barang serta penunjang logistik di kawasan Timur Indonesia,” katanya.
Mr Sun Weide mengapresiasi perjuangan dan kerja keras Pemkot Bitung dalam mensukseskan program pengembangan infrastruktur dari pemerintah pusat dengan merealisasikan pembangunan KEK di Kota Bitung.
“Kami telah melihat berbagai kesiapan pemerintah dalam menunjang pembangunan KEK ini, hasil observasi ini akan menjadi evaluasi serta berharap mampu meyakinkan rekan-rekan investor di negara kami untuk berinvestasi disini,” katanya.
Rombongan Dubes juga mengunjungi Terminal Peti Kemas Kota Bitung terkait dengan ditetapkannya pelabuhan tersebut sebagai International Hub Port penunjang KEK.
Keberadaan KEK Bitung lewat industri pengolahan perikanan dan industri kelapa beserta produk turunannya yang memiliki pasar yang sangat luas dan diminati baik dalam skala nasional maupun internasional diharapkan mampu mendorong hilirisasi dan mendongkrak daya saing sektor perikanan, agro, farmasi dan menarik investasi senilai Rp 32 triliun hingga tahun 2025.
(***/abinenobm)
