

MANADO – Pembangunan halte bus Trans Kawanua yang telah dilakukan sampai sejauh ini tidak berfungsi sebagaimana yang diharapkan.
Pantauan beritamanado, halte yang dibangun guna memperlancar aktivitas publik dalam mengunakan jasa transportasi beralih fungsi, menjadi tempat kediaman para pemulung yang ada di Kota Manado. Realita ini seakan menjadi wajah baru untuk Kota Manado.
“Sebuah proyek kalau tidak melalui mekanisme perencanaan yang matang maka hanya memubasirkan uang rakyat”, jelas Taufik Tumbelaka, Pengamat Sosial Kemasyarakatan yang juga ALumnus UGM, Kamis (11/8).
“Pembangunan halte ini bermaksud baik tapi karena dari awal perencanaannya tidak maksimal maka saat ini terjadilah seperti itu”, ungkapnya Tumbelaka sedikit menyesalkan alih fungsi ini. (gn)

Mo heran le kwa..
membangun tege-tege bagitu malah jadi sarang korupsi nepo etc dan akhirnya doi rakyat yang se ambor2..Kog tu DPRD lei dorang pe peran di mana..
Coba so kumpul2 tu doi baru beking satu kali semacam trem semacam mass transport Malalayang-Airport, kita rasa kalau torang serius terjangkau juga biayanya..Kan nda perlu kereta yang kecepatan peluru, kecepatan dodorobe/leletoken jo..io toh