
Amurang, BeritaManado.com — African Swine Fever Virus (ASFV) atau Virus Demam Babi Afrika, yang menyerang ternak babi, sampai saat ini belum terdeteksi ada kasusnya di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).
Informasi ini diperoleh BeritaManado.com, dari Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Minsel Franki Pasla melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan, Drh. Ketut Wahyudiarta di ruang kerjanya, pada Kamis (10/10/2019).
“Untuk Minsel, kami sudah melakukan monitoring dan sampai saat ini belum terdeteksi adanya kasus ini,” terang Ketut Wahyudiarta.
Dirinyapun sangat menyayangkan pemberitaan di media, dimana menurutnya informasi yang ada telah meresahkan peternak, ujung-ujungnya harga daging babi akan anjlok.
“Terkait informasi di Minahasa, ada babi yang mati, tim dari Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sudah datang dan mengambil sampel untuk diuji laboratorium. Laboratorium yang berkompeten dalam hal ini adalah Laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVET) Maros Sulawesi Selatan (Sulsel),” terang Ketut Wahyudiarta.
Menurutnya, informasi yang disampaikan harus berbicara atas data, jangan sampai asal-asalan dan salah, yang bisa meresahkan dan merugikan banyak orang.
“Untuk menunggu hasil ini, sudah dilakukan langkah antisipasi, yaitu melakukan langkah pencegahan. Dimana kita melakukan surveilans di lapangan,” pungkas Ketut Wahyudiarta.
Dirinya mengatakan, sudah dilakukan beberapa kali pertemuan teknis terkait mengantisipasi ASFV yang melibatkan Karantina, Dinas Pertanian, pihak Angkasa Pura dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan disepakati untuk tetap memantau.
(TamuraWatung)
Baca juga:
- Soal Virus ASF, ini Pernyataan Ketua Komisi II DPRD Sulut
- Mitra Masih Aman dari African Swine Fever Virus
