
Bitung—Mobil daihatsu grandmax dengan nomor polisi DB 4739 CD warna silver mengalami lakalantas, Jumat (13/7) lalu di jalan SH Sarundajang sekitar pukul 20.15 Wita, tepatnya di jembatan Girian menuju RSUD Manembo-nembo. Mobil naas ini sendiri dikendarai Martin Rumokoy bersama salah satu rekannya dan diduga sudah dalam pengaruh minuman keras sehingga tidak dapat mengusai kendaraan ketika menikung di jembatan Girian.
Menurut Kapolres Bitung, AKBP Satake Bayu SIK, Rumokoy bergerak dari arah Kota Bitung menuju Girian. Namun ketika melintas di perempatan Klenteng, ia menabrak dari belakang sebuah sepeda motor yamaha mio dengan nomor polisi DB 5293 CU yang di kemudikan Sofian Tahir bersama Aisah Sasiritang.
“Rumokoy langsung melarikan diri lewat jalan SH Sarundajang atau dikenal dengan sebutan jalan 46 menuju Girian dan di kejar beberapa tukang ojek yang melihat kejadin tersebut,” kata Bayu.
Dengan kecepatan tinggi, Rumokoy mencoba menghindar dari kejaran warga yang mengikuti dengan sepeda motor. Saat melewati perempatan Pinokalan, ia menyenggol sepeda motor honda blade dengan nomor polisi DB 9265 C yang di kemudikan Ferdy Balawera.
“Bukannya berhenti dan menolong korban, pelaku kembali melarikan diri. Dan ketika mendekati jembatan Girian pelaku lepas kendali dan menabrak pembatas jembatan kemudian masuk jurang,” katanya.
Akibatnya menurut Bayu, pengemudi grandmax yang sudah Miras harus dilarikan ke RSUD Manembo-nembo. Sedangkan korban yang berboncengan menggunakan sepeda motor mio, Sasiritang mengalami luka ringan dan dirawat di RS Budi Mulia, pengemudi honda blade, Ferdi juga mengalami luka ringan dan dirawat di RSUD Manembo-nembo.
Sementara itu menurut sejumlah saksi mata di tempat kejadian, Rumokoy tidak sendiri dalam kendaraan tersebut. Karena ketika kejadian, bukan hanya Rumokoy yang keluar dari kendaraan tapi ada seorang lelaki lain yang membawa senjata tajam jenis pisau.
“Kami tidak berani mendekat karena rekan pelaku membawa sajam dan langsung melarikan diri,” kata salah satu saksi mata.
Malah saksi mata lain mengaku mengenali rekan pelaku yang membawa pisau tersebut, karena sehari-hari bekerja sebagai sopir salah satu resort di Kota Bitung. Dan ia berdomisili di Girian Atas.
“Rumokoy hanya penumpang, tapi rekannya yang membawa pisau yang menyetir ketika kejadian,” katanya.(enk)
