Berita Utama

Usai Rawat Puluhan Pasien COVID-19, KM Tatamailau Resmi Tinggalkan Selat Lembeh

Usai Rawat Puluhan Pasien COVID-19, KM Tatamailau Resmi Tinggalkan Selat Lembeh
Penutupan pengoperasian Isoter KM Tatamailau

Bitung, BeritaManado.com – Wali Kota Bitung, Maurits Mantiri bersama Bupati Minahasa Utara (Minut), Joune Ganda menutup pengoperasian Isolasi Apung Terpusat KM Tatamailau, Jumat (01/10/2021).

Penutupan itu digelar di dermaga Pelabuhan Samudera Kota Bitung dan dihadiri Wakil Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, Forkopimda serta perwakilan Kementerian Perhubungan RI.

Penutupan pengoperasian KM Tatamailau ditandai dengan penurunan baliho bertuliskan Isolasi Apung Terpusat dan gambar Presiden Joko Widodo di dinding kapal.

Sebelum resmi ditutup, KM Tatamailau mulai dioperasikan sebagai tempat isolasi apung dari tanggal 12 Agustus 2021 dengan total 92 orang pasien terdiri dari 28 orang dari Minut dan 64 orang dari Kota Bitung.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bitung menyampaikan alasan pihaknya bersama Pemkab Minut meminjam KM Tatamailau sebagai tempat isolasi terapung, tidak lepas dari rasa kepedulian terhadap kondisi PPKM level 4 yang langsung direspon semua pihak.

Usai Rawat Puluhan Pasien COVID-19, KM Tatamailau Resmi Tinggalkan Selat Lembeh

“Sehingga apa yang kita lakukan ini adalah kerja kepahlawanan kita dalam bidang kesehatan, ketika kita menghadapi tantangan yang sangat berbahaya. Oleh karena itu kepada mereka yang sesungguhnya telah mengabdikan hidupnya pada tantangan ini pada tiap ABK yang ada di atas kapal dan tenaga kesehatan,” kata Maurits.

Maurits juga mengatakan, langkah yang diambil oleh Presiden lewat kementrian, badan dan lembaga pusat dalam penanganan COVID-19 bukan main-main tapi menunjukan kearifan negara.

“Ini bukti negara hadir dalam setiap persoalan yang dihadapi masyarakat. Juga menjadi bukti kerja holokrasi, kerja keroyokan dari alat negara yang dibebankan kepada kita semua yang ada di daerah karena itu kami tidak putus-putusnya mengucapkan terimakasih,” katanya.

Selain itu kata dia, terwujudnya fasilitas isolasi terapung KM Tatamailau adalah benar-benar sebagai wujud baru, trobosan baru yang diambil oleh semua pihak yang ikut ambil bagian.

“Kita semua kini bisa menceritakan kepada dunia bahwa bangsa ini siap dalam segala bentuk dan ternyata isolasi terapung ini benar-benar sangat efektif,” katanya.

Ia juga menyampaikan, bagaimana efektifnya isolasi terapung, menyaksikan bersama-sama warga sangat enjoy di atas kapal dan pada akhirnya mempercepat proses penyembuhan serta ditopang denan bantuan yang diberikan.

“Oleh karena itu kami menyampaikan terimaasih kepada semua pihak yang telah terlibat,” katanya.

Sementara itu, Direktur Lalu lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan RI, Capten Murgen Suprihatin Sartoto menyampaikan, pelaksanan tempat isoman terhadap penanganan pasien dengan kasus konfirmasi tanpa gejala hasil reaktif COVID-19 di KM Tatamailau adalah catatan sejarah.

“Program isoter ini merupakan wujud nyata kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah dan BUMN dalam mendukung kebijakan pemerintah dalam mengurangi laju penyebaran COVID-19,” kata Murgen.

Juga kata dia, upaya pemerintah agar memastikan masyarakat memperoleh penangganan sesuai standar sehingga dapat menekan angka kasus positif, mengurangi angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan.

“Kemenhub memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Wali Kota Bitung dan Bupati Minahasa Utara yang telah memaksimalkan penggunaan kapal KM Tatamailau sebagai tempat isolasi terpusat. Saya mengajak kepada semua undangan yang hadir agar terus bersama bahu-membahu menangani pendemi ini, karena hanya dengan kebersamaan kita dapat menanggani COVID-19,” katanya.

(abinenobm)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara