
Penulis: Tim Redaksi
Srikandi Jaga Desa Sulawesi Utara langsung bergerak melakukan konsolidasi organisasi setelah Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Aula Sam Ratulangi Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.
Musda tersebut tidak hanya menetapkan struktur organisasi, tetapi juga menyusun arah program kerja yang akan dijalankan untuk mendukung pengawasan pembangunan dan pelaksanaan berbagai program pemerintah di tingkat desa dan kelurahan.
Ketua DPD Abpednas Sulut Ir. Stefanus B.A.N. Liow MAP bersama jajaran pengurus dan para kepala daerah yang hadir berharap organisasi tersebut dapat segera menjalankan peran sebagai mitra strategis pemerintah dan Kejaksaan.
Keberadaan Srikandi Jaga Desa dinilai penting karena organisasi tersebut memiliki jaringan yang menjangkau hingga desa dan kelurahan.
Melalui jaringan tersebut, para kader diharapkan dapat menjadi bagian dari pengawasan partisipatif terhadap berbagai program pemerintah yang sedang berjalan di masyarakat.
Proses persidangan berlangsung lancar di bawah pimpinan sidang Ir Miky Junita Wenur, MAP dan Dr. Lusy Gerungan SH MH.
Keduanya didampingi jajaran pengurus Abpednas, yakni Dr. Magdalena Wulur SE MM, Sofian Yosady SH, Sony Pondalos, dan Yunike Mamangkey SE.
Seluruh tahapan persidangan berhasil menyelesaikan agenda pembentukan kepengurusan sekaligus penetapan program kerja organisasi.
Setelah kepengurusan terbentuk, fokus berikutnya adalah memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat bawah agar seluruh program dapat berjalan efektif dan menjangkau masyarakat secara luas.
Pelantikan seluruh jajaran pengurus Srikandi Jaga Desa se-Sulawesi Utara dijadwalkan berlangsung pada 10 Agustus 2026 di Aula Kantor Wali Kota Manado.
Selain agenda konsolidasi organisasi, Srikandi Jaga Desa juga akan ambil bagian dalam pelaksanaan Tomohon International Flower Festival (TIFF).
Pengurus Pusat dan Pengurus Provinsi Sulawesi Utara telah memberikan kepercayaan kepada Srikandi Jaga Desa Kabupaten Minahasa dan Kota Tomohon untuk mempersiapkan penampilan kendaraan parade dalam Tournament of Flowers.
Keterlibatan tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi organisasi di tengah masyarakat sekaligus memperkenalkan eksistensi Srikandi Jaga Desa setelah terbentuknya kepengurusan baru.
