Suasana FGD Unsrat di Fakultas Perikanan
MANADO – Saat ini kita perlu menyadari peran strategis Sumber Daya Manusia (SDM) sektor kelautan dan perikanan sebagai agen perubahan. Sebab dalam menghadapi MEA, masyarakat dihadapkan pada persaingan global, serta dituntut memiliki daya saing serta nilai tambah.
Untuk menghadapi MEA, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat, pada Selasa (22/3). FGD ini mengangkat tema “Peningkatan daya saing sektor perikanan Sulut, dalam rangka implementasi masyarakat ekonomi ASEAN”.
Rektor Unsrat Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat MSc DEA dalam sambutannya mengatakan, untuk pelaksanaan pasar bebas Asia Tenggara, bertujuan untuk meningkatkan daya saing ekonomi kawasan dengan menjadikan ASEAN, sebagai basis produksi dunia sambil menciptakan pasar regional.
“Dewasa ini dengan adanya pemberantasan Ilegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing, stok ikan dikabarkan memadai, untuk mengisi pasar domestik, regional dan global,” ujar Kumaat.
Sementara itu Asisten Deputi kerja sama ekonomi regional dan sub regional Kemenko Perekonomian Ir Netty Muharny MURP mengatakan, Sulut sebagai kawasan Timur yang berkembang, untuk peningkatan daya saing Nasional.
“Sektor perikanan kiranya memacu pertumbuhan ekonomi di daerah ini. Dan dalam FGD ini, diharapkan persepsinya bisa sama, untuk peningkatan daya saing dalam menghadapi MEA,” ungkap Murharny (Risat)
