Agama dan Pendidikan

Ujian T2 UNSRAT: Warga Berharap Ada Keterwakilan Kabupaten Kota di Fakultas Kedokteran

Kantor Rektorat Unsrat Manado (foto Beritamanado)

Kantor Rektorat Unsrat Manado (foto BeritaManado.com)

 

Manado – Sejumlah warga Sulawesi Utara berharap ada keterwakilan lulusan SMA dari kabupaten kota yang ada di Provinsi Sulawesi Utara, khususnya putra daerah dari kabupaten kepulauan terpencil dan daerah pesisir untuk bisa menjadi mahasiswa di Fakultas Kedokteran Unsrat.

Menurut mereka hal ini penting supaya tidak lagi ‘ada kasus’ dokter tidak betah menetap dengan tugas dinas di daerah-daerah tersebut.

“Kalau bisa jangan hanya yang juara satu dan berduit tetapi yang masuk sepuluh besar dari setiap lulusan SMA favorit dari kabupaten kota bisa mendapat prioritas untuk tembus di Fakultas Kedokteran Unsrat,” ungkap Jelly Kario warga Likupang, daerah pesisir di Kabupaten Minahasa Utara, Senin (13/07/2015).

Ia menuturkan anaknya sedang mengikuti tes jalur Tou mou Tou (T2) dan berharap bisa lulus di Fakultas Kedokteran Gigi.

“Saya dengar Jalur T2 memprioritaskan putra daerah semoga anak saya bisa lulus. Kalau tahun-tahun sebelumnya orangtua di daerah torang tidak akan percaya diri biarpun anak pintar sebab katanya kalau tidak punya minimal 100 juta atau koneksi jangan harap bisa lulus di Fakultas Kedokteran. Mau jadi dokter umum, dokter gigi ataupun jurusan keperawatan susah tembus,” harap IRT ini.

Senada diutarakan Ibu Nortje warga Talaud. Kepada wartawan BeritaManado.com ia menuturkan harapannya supaya apa yang dibacanya dari media massa bahwa Rektor Unsrat yang sekarang anti KKN betul adanya.

“Katanya Rektor yang sekarang nyanda suka itu sisip-sisip karena bayar-bayar atau ada orang dalam. Mudah-mudahan betul supaya adil. Kalau memang anak pintar bisa lulus,” katanya.

Ia berharap juga dalam memutuskan kelolosan dari Ujian T2, pimpinan Unsrat bisa memperhitungkan perwakilan daerah.

“Kalau bisa lihat penyebaran jangan semua yang lulus orang domisili Manado khususnya fakultas kedokteran. Boleh dipertimbangkan satu atau dua orang dari sekolah dan daerah asal yang di kabupaten kepulauan atau daerah pesisir. Supaya nanti dorang bisa kembali mengabdi di daerahnya. Kalau perlu pakai surat perjanjian khusus supaya itu mahasiswa selesai studi benar-benar harus kembali buka praktek di daerah asalnya,” sarannya.(tim)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara