Kota Manado

Ubah Ruang Tunggu Jadi Tempat Belajar, RSUP Kandou Manado Bedah Rahasia Kesehatan Mata

Ubah Ruang Tunggu Jadi Tempat Belajar, RSUP Kandou Manado Bedah Rahasia Kesehatan Mata
IPKRS RSUP Kandou beri edukasi kesehatan mata di ruang tunggu poliklinik bedah.

Penulis: JenlyWenur|Manado

Tak hanya sebagai pusat layanan kesehatan, RSUP Prof Dr R D Kandou Manado kerap aktif mengambil bagian penting dalam mengedukasi masyarakat tentang kesehatan.

Alih-alih mengambil momen dan ruangan khusus, Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (IPKRS) memanfaatkan dan mengubah ruang tunggu, seperti di poliklinik bedah sebagai tempat belajar.

ADVERTISEMENT

Para pasien bersama keluarganya pun diberikan pengetahuan cuma-cuma tentang sejumlah penyakit dan gejala awal yang bisa dikenali.

Dengan pendekatan metode edukasi interaktif, penjelasan medis yang diberikan oleh tenaga profesional RSUP Kandou pun kerap disambut antusias para pasien dan keluarganya.

Beberapa topik sensitif yang sering terabaikan, seperti kelainan mata yang tampak kecil namun menyimpan risiko besar turut dibedah belum lama ini.

Mata Organ Sensitif, Jangan Disepelekan

Dr. dr. Ade John Nursalim, MM, MARS, Sp.M, ChM, FICS, yang hadir sebagai nara sumber menekankan bahwa mata manusia adalah organ yang sangat sensitif terhadap perubahan kecil.

Menurutnya, banyak pasien yang datang terlambat karena menganggap benjolan di area mata sebagai hal sepele.

“Sering kali pasien merasa benjolan kecil itu biasa saja. Padahal, tampilan luar tidak menjamin apa yang terjadi di dalamnya. Bisa saja itu bagian dari proses penyakit yang jauh lebih serius,” ungkap dr. Ade di hadapan para pasien.

Ia menjelaskan bahwa tumor mata memiliki spektrum yang luas, mulai dari yang jinak seperti kista, hingga yang ganas seperti karsinoma dan melanoma.

Jika yang ganas terlambat ditangani, risikonya bukan sekadar gangguan penglihatan, melainkan kerusakan jaringan di sekitar mata yang lebih agresif.

Pterigium dan Bahaya Sinar Matahari

Salah satu momen menarik dalam sesi ini adalah ketika para pasien mulai melontarkan pertanyaan, terutama soal kekhawatiran penyakit pterigium (selaput mata) yang kerap kambuh meski sudah dioperasi.

Dr. Ade menjelaskan secara lugas bahwa faktor lingkungan memegang peranan kunci.

Paparan sinar ultraviolet (UV) dan polusi adalah pemicu utama.

“Risiko kambuh itu ada, tapi bisa ditekan secara signifikan dengan teknik operasi yang tepat dan proteksi setelahnya, seperti rutin menggunakan kacamata anti-UV,” tambahnya.

Peringatan bagi Pasien Diabetes

Tak hanya soal benjolan, edukasi ini juga menyentuh isu krusial bagi penyandang diabetes mellitus.

Dr. Ade mengingatkan bahwa kerusakan retina akibat diabetes sering kali merupakan “pencuri penglihatan” yang senyap.

“Banyak yang merasa penglihatannya masih jernih, padahal kerusakan retina sudah mulai berjalan. Jangan menunggu buram baru periksa,” tegasnya.

Dirinya pun menekankan pentingnya deteksi dini guna mencegah sebelum sakit menjadi lebih berat untuk diobati.

Kegiatan ini pun menjadi cerminan bahwa RSUP Kandou tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan.

Dengan membawa edukasi langsung ke ruang tunggu, pasien dari berbagai daerah yang hadir hari itu pulang tidak hanya membawa obat, tetapi juga pemahaman baru untuk menjaga tubuh agar tetap sehat.