
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bitung, Ny. Ellen Honandar Sondakh Deklarasikan Perang Melawan Sampah Rumah Tangga di Kecamatan Lembeh Utara.
Peliput: Syarif Umar l Bitung
Komitmen Tim Penggerak PKK Kota Bitung dalam membangun budaya pengelolaan sampah dari rumah tangga terus diperkuat. Setelah menjangkau seluruh kelurahan di Kecamatan Lembeh Selatan, Ketua TP-PKK Kota Bitung, Ny. Ellen Honandar Sondakh, S.E., kembali memimpin pelatihan pembuatan kompos sampah rumah tangga di Kecamatan Lembeh Utara, Kamis (16/7/2026), bertempat di Kantor Sekretariat PKK Kecamatan Lembeh Utara.
Kedatangan Ellen disambut antusias masyarakat Kecamatan Lembeh Utara bersama jajaran Tim Penggerak PKK Kecamatan dan seluruh kelurahan. Kegiatan yang bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung itu menjadi bagian dari gerakan nyata membangun kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah sejak dari rumah.
Tak hanya memberikan materi, Ellen turun langsung mempraktikkan cara mencampur bahan kompos menggunakan sekop, kemudian memperagakan cara pemberian pupuk kompos di sekitar tanaman. Sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan keluarga, ia juga menyerahkan secara simbolis bibit tomat, terong, bayam, seledri, dan rica kepada Ketua TP-PKK Kecamatan Lembeh Utara serta Ketua TP-PKK se-Kecamatan Lembeh Utara.
Turut mendampingi Ketua TP-PKK Kota Bitung, Ketua Pokja III TP-PKK Ny. Tenti Suak Sakul, Anggota Pokja III Ny. Rine Wongkar Sigarlaki, Staf Ahli TP-PKK Ny. Ir. Telly Maringka Lengkong, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bitung Steven Prok, S.H., serta Kabid PSLB3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung Liberty Rimbing, S.Sos.
Dalam sambutannya, Ellen Honandar Sondakh mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan kelanjutan dari program yang sebelumnya telah dilaksanakan di seluruh kelurahan Kecamatan Lembeh Selatan.
“Kemarin kami melaksanakan pelatihan pembuatan kompos rumah tangga di seluruh kelurahan Kecamatan Lembeh Selatan, dan hari ini dilanjutkan di 11 kelurahan Kecamatan Lembeh Utara. Dengan demikian, program ini telah menjangkau total 44 kelurahan di Kota Bitung,” ujarnya.
Ellen menegaskan persoalan sampah tidak lagi bisa dibebankan hanya kepada pemerintah. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat mulai dari lingkungan keluarga.
“Persoalan sampah bukan lagi hanya urusan pemerintah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Perubahan harus dimulai dari rumah, dengan memilah dan mengelola sampah secara benar,” tegasnya.
Ia mengingatkan, apabila masyarakat tidak mulai mengurangi volume sampah dari rumah tangga, kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan semakin terbebani.
“Kalau kita tidak mulai mengurangi sampah dari rumah tangga, kapasitas TPA akan semakin penuh. Karena itu, kami ingin menjadikan masyarakat sebagai pelaku utama dalam solusi pengelolaan sampah,” katanya.
Menurut Ellen, sampah organik seperti sisa makanan, daun, buah-buahan, dan limbah dapur dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman pekarangan sekaligus mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA.
Sementara itu, sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, dan kemasan bekas memiliki nilai ekonomi apabila dipilah dan disalurkan ke bank sampah.
“Jangan melihat sampah sebagai beban. Sampah yang dipilah dengan benar bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Ellen berharap seluruh peserta tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi segera mempraktikkan pembuatan kompos di rumah masing-masing dan mengajak lingkungan sekitar ikut membangun budaya hidup bersih, sehat, serta bernilai ekonomi melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
