
Kawangoan – Sebuah kendaraan berukuran besar jenis trailer menyeret bendi di pusat kota Kawangkoan, Selasa (1/8/2017) sekitar pukul 11.00 WITA. Kejadian tersebut dilaporkan terjadi di depan Terung Paliusan dengan korbans eorang ibu dan balita.
Menurut saksi Stefen Supit bahwa korban hanya mengalami luka, akibat dari bendi yang ditumpangi sempat terbalik. Selanjutnya korban mendapatkan penanganan di Puskesmas Kawangkoan.
“Kejadian ini memberikan pelajaran bahwa sebaiknya kendaraan berukuran besar seperti trailer tidak boleh melewati pusat kota pada kondisi lalu lintas dalam keadaan sibu. Perlu diatur jam khusus dimana kendaraan besar bisa lewat,” katanya.
Tak hanya itu, kendaraan ambulance yang sering melewati pusat kota dengan kecepatan tinggi juga perlu diatur sedemikian rupa. Supit mengusulkan pihak Polsek Kawangkoan untuk melakukan langkah pencegahan.
Yang tak kalah cukup penting yaitu perlu adanya petugs apakah itu dari kepolisian setempat adau Dinas Perhubungan yang stand by di titik-titik tertentu yang sering terjadi penumpukan kendaraan dari berbagai arah.
“Intinya semua kendaraan jenis apapun termasuk milik pejabat, jika melalui pust kota Kawangkoan agar mengatur kecepatannya. Jangan nanti sudah ada korban baru sibuk. Presiden Jokowi saja hanya seperlunya saja menggunakan sirine,” tuturnya. (frangkiwullur)
