“Apabila kendaraan pengangkut sampah belum masuk pada hari itu, masyarakat perlu memahami bahwa kemungkinan ada kendaraan yang mengalami kerusakan sehingga harus mencari armada pengganti. Akibatnya, pengangkutan bisa mengalami keterlambatan hingga keesokan harinya,” jelas Merianti.
Karena itu, ia berharap pihak kelurahan maupun perangkat terkait dapat membantu menyosialisasikan kondisi tersebut kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman.
“Jika kendaraan sampah belum masuk sesuai jadwal, itu bukan berarti tidak bekerja, melainkan karena adanya kendala teknis pada armada,” tandasnya.
Melalui kegiatan tersebut, TP PKK Kota Bitung berharap seluruh kader PKK di 69 kelurahan mampu menjadi agen perubahan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kota Bitung.
