Kota Manado

Tolak Boulevard MaUt ke Tangan Investor!

Manado – Jalur Boulevard II di kawasan Manado Utara (MaUt) belum tuntas sepenuhnya. Namun masyarakat sekitar mulai bervisi untuk memproteksi kawasan pemukiman dari jamahan investor.

“Pemerintah kota harus berpikir cermat kalau mau menyerahkan kawasan reklamasi Boulevard di Manado Utara ke tangan investor, kami akan demo,” tegas sejumlah tokoh masyarakat di Kelurahan Bitung Karangria dan Sindulang, Senin (11/11).

Mencuat kabar soal perseteruan masyarakat dengan investor di Boulevard I. Belum lagi lahan tambatan perahu buat warga nelayan di pesisir pantai Manado yang sering menjadi masalah tersendiri. Ini membuat sebagian besar masyarakat Nelayan di sisi utara Manado menjadi waswas terhadap kehadiran investor yang bisa menguasai daerah reklamasi.

“Kalau pemerintah memaksakan artinya itu akan jadi kebijakan yang tidak pro rakyat, karena itu dari sekarang kami ingatkan untuk tidak sembarang membawa masuk investor ke mari,” ujar Lisye Rolita, salah satu tokoh muda di kawasan itu. (Ady Putong)

Satu tanggapan untuk “Tolak Boulevard MaUt ke Tangan Investor!”

  1. Komentar saya utk masalah boulevard II, sebaiknya saudara-saudara yg menjadi pemrotes akan adanya investor akan merebut peluang ekonomik dan pemukiman/pernelayanan di Bolulvard tsb, berpikir rasional utk kepentingan pembangunan Manado ke depan. Saya berpendapat kalau penduduk nelayan ingin keleluasan parkir tambat perahu, saya pikir di boulevard I saya amati para nelayan bebas menambatkan perahu mereka di komplek MEGA MAS, dan BAHU MALL dekat dinas Parawisata. Jadi tidak akan menghambat penduduk nelayah beraktivitas bila ada investor masuk Boulevard II. Kalau kita berpikir ke depan, dgn terbukanya boulevard II bagi berbagai jenis usaha ekonomik, ini nakan menyerap banyak tenaga kerja org Manado umumnya. Kalau banyak investor luar Manado masuk ke Manado, ini mendorong tkt pendapatan kota/masyarakat lebih berkembang. Saya kurang setuju kalau dikatakan kalau investor masuk ke boulevard II maka pemerintah tidak berpihak kepada penduduk/masyarakat. Ini pandangan kualitatif yg tidak beralasan dan tidak bisa diukur kerasionalannya. Lihatlah ke boulevar I, kondisi pusat ekonomi, parawisata, telah turut membuat Manado dilirik sebagai destinasi parawisata nasional bahkan internasional. Kalau boulevard II berkembang seperti boulevard I, ini juga akan turut mendukung Manado secara ekonomi/parawisata, yang berdampak positif pada pembangunan segala bidang. Semoga usulan saya ini diterima dan dipahami dengan epala dingin.

    LEKUM,
    Tole

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara