Manado – Rapat paripurna DPRD Sulut dalam rangka penetapan usulan pergeseran anggaran, tutup buka masa persidangan dan laporan reses anggota DPRD, Sabtu (8/6) usai dilaksanakan. Namun ada beberapa catatan kritis disampaikan anggota dewan termasuk anggota komisi 4 Paul Tirayoh terkait realisasi Pemprov Sulut terhadap laporan reses anggota DPRD.
Legislator yang dicalonkan PDI-Perjuangan dari dapil Bitung/Minut ini menyinggung realisasi hasil reses yang terkesan tebang pilih. Tirayoh mengisyaratkan telah terjadi diskriminasi terhadap sebagian anggota DPRD yang terindikasi dengan tidak terakomodirnya aspirasi reses.
“Terus terang ada anggota DPRD seperti merasa dilecehkan. Ada 45 anggota dewan turun lapangan menyerap aspirasi, disampaikan kepada eksekutif tentu dengan anggaran tersedia, namun banyak anggota DPRD yang kecewa. Ada yang terakomodir, ada yang lebih, tapi ada juga yang tidak sama sekali, alias nol,” tegas Tirayoh.
Tirayoh bahkan mengungkapkan buah atas kekecewaan tidak terakomodirnya aspirasi terlihat pada kehadiran minim anggota DPRD pada rapat paripurna. “Saya bisa sampaikan banyak yang kecewa. Tetapi tidak semua dialamatkan kepada pimpinan provinsi. Kesalahan terbesar ternyata ada di lembaga DPRD Sulut,” tukas Tirayoh dengan nada tinggi. (Jerry)
