
Kabinet Thailand pada Selasa (19/5) menyetujui sebuah revisi besar terhadap kebijakan pembebasan visanya, yang secara efektif membatalkan skema masuk bebas visa 60 hari untuk wisatawan dari 93 negara dan wilayah.
Menurut Kementerian Luar Negeri Thailand, langkah-langkah revisi tersebut bertujuan untuk menyederhanakan protokol masuk dan didorong oleh pertimbangan keamanan nasional, ekonomi pariwisata, dan imbal balik diplomatik.
Peraturan baru itu akan berlaku 15 hari setelah dipublikasikan dalam pengumuman resmi Royal Gazette.
Perubahan utama pada kerangka visa Thailand termasuk kebijakan ketat yang hanya memberikan satu skema pembebasan visa per negara atau wilayah guna menghapus hak istimewa yang tumpang tindih, kata Mungkorn Pratoomkaew, direktur jenderal Departemen Urusan Konsuler.
Perubahan yang paling signifikan adalah pencabutan total skema pembebasan visa 60 hari bagi seluruh 93 negara dan wilayah yang sebelumnya memenuhi syarat, kata Mungkorn dalam sebuah konferensi pers.
Lebih lanjut, pemerintah mengurangi jumlah negara yang memenuhi syarat untuk skema pembebasan visa 30 hari dari 57 menjadi 54 negara, dengan secara eksplisit menetapkan bahwa skema 30 hari tersebut kini secara eksklusif hanya untuk tujuan wisata, katanya.
Kabinet Thailand membuat skema baru pembebasan visa 15 hari untuk tujuan wisata, yang berlaku bagi tiga negara atau wilayah, dan mengurangi program visa saat kedatangan (visa-on-arrival), mengurangi yurisdiksi yang memenuhi syarat dari 31 menjadi empat, tambah Mungkorn.
