Berita Utama

Polda Sulut Beberkan Alasan Polisi Tembak Mati Warga Yang Buat Onar di Manado

Polda Sulut Beberkan Alasan Polisi Tembak Mati Warga Yang Buat Onar di Manado
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abast membeberkan barang bukti terkait kasus kepemilikan sajam, penyerangan dan melawan polisi yang bertugas. BeritaManado.com

Manado, BeritaManado.com — Geger kasus anggota Polisi di Polresta Manado menembak mati warga yang bikin onar dan mencoba menyerang petugas.

Kejadian ini terjadi sekira pukul 21.30 – 22.50 WITA di Kelurahan Pandu Lingkungan VII Kecamatan Bunaken Kota Manado pada hari Sabtu (23/7/2022).

Sedangkan korban meninggal dunia pria berinisial RL (39) warga Kelurahan Pandu Kecamatan Bunaken Kota Manado.

Dalam rilis pers di Mapolda Sulut, Kamis (18/8/2022) Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abast didampingi Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto Sirait dan Dirkrimum Kombes Pol Gani Siahaan dan Kabid Propam Polda Sulut Kombes Pol Marlien Tawas.

Kabid Humas menjelaskan tindakan yang dilakukan oleh anggota Polresta Manado yakni Bripka WL sudah sesuai prosedur tindakan kepolisian.

“Hasil sementara penyelidikan oleh Propam atas tindakan tegas dan terukur yang dilakukan oleh Bripka WL yang sedang melaksanakan tugas dengan merespon laporan informasi warga, masyarakat, sampai dengan saat ini belum ditemukan tindakan yang tidak sesuai prosedur sebagaimana prinsip-prinsip dan tahapan penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian sebagaimana diatur dalam Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian (prinsip legalitas, nesesitas, proporsionalitas, kewajiban umum, preventif, dan
reasonable),” ujar Jules.

Kabid Humas juga membeberkan kronologi kejadian kasus yang sempat menjadi polemik ditengah masyarakat tersebut.

Polda Sulut Beberkan Alasan Polisi Tembak Mati Warga Yang Buat Onar di Manado
Korban RL saat berhasil dilumpuhkan petugas. (Ist)

“Pada hari Sabtu tanggal 23 Juli 2022 sekitar jam 19.00 WITA sampai dengan jam 21.30 WITA lelaki RL (korban) minum minuman keras bersama beberapa temannya di warung milik warga setempat. Kemudian lelaki RL membuat keributan sambil berteriak-teriak (bakuku) dengan membawa badik menuju rumah salah satu saksi bernama I Made Sukadana sambil mengancam untuk membongkar kandang ayam,” bebernya.

Kemudian sekira pukul 22.14 WITA, SPK Polsek Bunaken Darat menerima telepon pengaduan dari warga masyarakat setempat tentang peristiwa keributan yang dilakukan oleh orang dalam keadaan pengaruh minuman keras dan melakukan pengancaman dengan menggunakan senjata tajam di Kel. Pandu Lingkungan VII Kec. Bunaken.

“Selain itu peristiwa tersebut juga dilaporkan melalui call center 112 sekitar jam 22.53 WITA oleh petugas”, lanjut Kabid Humas.

Berdasarkan info tersebut, petugas Polresta Manado meneruskan ke Polsek Bunaken Darat dan informasi tersebut langsung ditindaklanjuti ke dua orang petugas kepolisian Polsek Bunaken Darat (Bripka WL dan Bripka SR) sedang melakukan patroli rutin.

“Pada saat tiba di TKP sekitar jam 22.50 WITA Bripka WL dan Bripka SR melihat ada seorang lelaki RL yang sedang membuat keributan dan lelaki RL tersebut memegang senjata tajam jenis badik besi putih,” ungkapnya

Pada saat akan diamankan ke Polsek Bunaken Darat, lelaki tersebut berontak dan membuat perlawanan serta mengajak berkelahi kedua anggota Polisi yang sedang dalam tugas tersebut.

“Petugas terpaksa memberikan tindakan tegas terukur kepada pelaku,” kata Kabid Humas.

Terungkap, sebelum kejadian tersebut pada saat akan turun dari mobil dinas patroli polsek, lelaki RL telah melempar senjata tajam ke bawah kendaraan angkutan umum (mikro) yang terparkir di area tersebut.

Usai Bripka WL dan Bripka SR menghampiri lelaki RL dengan maksud untuk mengamankan lelaki RL tersebut, namun lelaki RL tersebut berontak dan membuat perlawanan, serta mengajak kedua petugas untuk berkelahi.

Setelah itu lelaki RL kembali sambil berlari ke arah warung tempat minum awal, sedangkan Bripka WL dan Bripka SR berjalan ke arah mobil patroli. Namun saat sedang berjalan Bripka WL melihat lelaki RL mengejar keduanya dengan tangan kanan di belakang badan, sehingga keduanya menghindar dengan berlari ke arah atas (dataran yang lebih tinggi).

RL yang berbalik arah ke mobil dan mengatakan “saya mau bakar ini mobil” sambil lelaki RL merogoh rogoh kantung celananya dan mengatakan “mana macis mana macis” dan karena tidak menemukan korek api kemudian lelaki RL masuk kedalam mobil patroli sambil menginjak injak gas mobil patroli tersebut secara berulang kali dan mengatakan “saya mau rusak ini mobil”.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara