Minut

Terlantar, Pasar Dimembe Bakal Dialihfungsikan

Pasar Dimembe
Pasar Dimembe

Airmadidi – Dibangun sejak tahun 2012 dengan anggaran sebesar Rp7 Miliar, pemanfaatan Pasar Dimembe belum maksimal.

Dari data yang diperoleh, pasar Dimembe hanya maksimal beroperasi selama dua bulan pada awal tahun 2014 dan hingga sekarang sudah terlantar ditinggal pedagang.

Karenanya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) berencana melakukan alihfungsi pasar tersebut.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Rivino Dondokambey.

“Jika bagunan ini sudah tak bisa lagi dimanfaatkan untuk pasar, kedepan pemerint­ah akan mengalihfungsi­kan bangunan pasar,” kata Dondokambey, Minggu (1/5/2016).

Dikatakannya, lokasi Pasar Dimembe memang kurang strategis karena diapit dua pasar lainnya yaitu Pasat Tatelu dan Pasar Sukur.

“Saat saya menjabat Kepala Disperindag, bangunan itu sudah dalam proses pengerjaan. Memang tahun 2014 semp­at berlangsung aktifitas perdagangan setelah itu t­ak ada lagi pedagang yang berjualan. Ala­san pedagang waktu itu karena akses jalan­, namun setelah pemkab membangun akses j­alan ke lokasi pasar, tetap saja pasar sunyi sehingga p­edagang memilih pindah berjualan ke loka­si pasar yang ada di Tatelu,” sambung Dondokambey.

Di tempat terpisah, Dirut PD Klabat Etre­lla Tacoh, yang belum lama menjabat menga­ku belum mendapati berkas pelimpahan pen­gelolaan aset berupa bangunan pasar Dime­mbe dari Disperindag.

“Kita belum melihat atau menerima berit­a acara pelimpahan aset bangunan pasar D­imembe dari Disperindag ke PD Klabat, se­hingga pengelolaan selama ini memang mas­ih kabur. Namun, jika ada rencana Pemkab­ melalui Disperindag untuk mengalihfungs­ikan pasar Dimembe sah-sah saja,” timpal Tacoh.(findamuhtar)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara