
Sangihe, BeritaManado.com — Terhitung sejak 11 Mei 2022 lalu, telah terjadi peningkatan pada aktivitas gunung berapi Awu.
sejak saat itulah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memantau perkembangan aktivitas gunung berapi dengan ketinggian 1320m dari permukaan laut (MDPL) tersebut.
Kepala BPBD Sangihe Wandu CC Labesi ketika ditemui awak media menyebutkan kenaikan status gunung berapi Awu dari level 2 ke kevel 3 menandai aktivitas gunung berapi terbesar di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
“Olehnya Pemkab Sangihe melalui BPBD telah menyurat ke 4 Kecamatan yang berbatas langsung dengaj Gapi agar waspada dan tidak melakukan aktifitas pertanian maupun aktifitas lainnya dalam radius 3.5 kilometer dari kaki Gunung Awu”, ungkap Labesi.
Sampai saat ini lanjut Labesi, sejak mengalami peningkatan status, sampai saat ini terus dipantau dimana aktifitas kegempaan mengalami penurunan.
“Tapi kami tetap meminta pimpinan 4 Kecamatan dalam hal ini Kecamatan Tahuna Barat, Tahuna, Tabukan Utara dan Kendahe yang berbatas langsung dengan kaki Gunung Awu agar terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dengan peningkatan status Gapi Awu”, jelasnya kembali.
Disisi lain Labesi juga mengingatkan agar semua masyarakat Sangihe mempercayai info status gunung Awu dari informasi resmi dalam hal ini Pemkab Sangihe melalui BPBD.
“Jangan mempercayai informasi liar yang ujung-ujungnya menimbulkan kegaduhan. BPBD tetap akan terus mengupdate setiap perkembangan status Gapi Awu”, tandas Labesi
(Erick Sahabat)
