
Manado, BeritaManado.com — Wakil ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Stella Marlina Runtuwene mendorong seluruh organisasi Pemuda untuk menjiwai wawasan kebangsaan.
Hal itu diungkapkan Stella usai rapat bersama organisasi pemuda sehubungan dengan penyusunan Rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Kepemudaan.
Wakil ketua DPRD Sulut itu menekankan pentingnya pengetahuan tentang wawasan kebangsaan agar generasi masa depan bangsa Indonesia memiliki rasa cinta tanah air dan rasa tanggung jawab terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Karena kalau tidak cinta kepada tanah air Indonesia, jangan tinggal di negara ini,” tegas Stella Kamis, (3/7/2025) di kantor DPRD Sulut.
Stella mengungkapkan, wawasan kebangsaan adalah cara pandang suatu bangsa terhadap diri dan lingkungannya yang dijiwai oleh nilai-nilai kebangsaan untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara, serta Bhineka Tunggal Ika sebagai prinsip pemersatu dalam keberagaman.
“Ini bertujuan untuk membentuk warga negara yang memiliki rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta semangat untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap Stella.
“Ini juga menumbuhkan sikap toleransi dalam keberagaman dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi serta keadilan sosial,” sambung Stella.
Tak hanya itu, Stella juga menjelaskan tentang prinsip-prinsip wawasan kebangsaan yang harus mengakui seluruh wilayah Indonesia sebagai satu kesatuan yang utuh, mengutamakan persatuan dalam keragaman suku, agama, budaya, dan bahasa, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban sebagai warga negara, dan memastikan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Ini akan memperkuat rasa nasionalisme dan identitas bangsa, menumbuhkan solidaritas dan semangat gotong royong, mencegah perpecahan bangsa akibat isu SARA, politik, atau ekonomi serta mendorong partisipasi aktif warga negara dalam pembangunan nasional khususnya lagi di Provinsi Sulawesi Utara,” Jelas Stella.
Lanjut Stella, wawasan kebangsaan perlu ditanamkan bagi generasi muda untuk menjawab tantangan pengaruh globalisasi yang dapat mengikis nilai-nilai lokal.
“Ini kemudian akan mencegah meningkatnya intoleransi dan radikalisme, penyalahgunaan media sosial yang dapat menyebarkan hoaks dan memecah belah masyarakat,” terang Stella.
Stella menuturkan, wawasan kebangsaan bukan sekadar pemahaman teoretis, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.
Dengan menjaga wawasan kebangsaan maka, tidak hanya mempertahankan kedaulatan negara, tetapi juga memastikan generasi masa depan tumbuh dalam semangat persatuan, cinta tanah air, dan tanggung jawab sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
(Erdysep Dirangga)
