Manado – Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Sulawesi Utara, Parlindungan Tampubolon mengatakan, pembangunan Bandara Sitaro, di Kabupaten Sitaro sementara pada tahapan studi kelayakan.”Studi kelayakan ini dilakukan sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Sitaro. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah selesai dilakukan,” kata Tampubolon, Kamis (21/6).
Dia menambahkan, setelah selesai studi kelayakan, dokumennya akan disampaikan ke Kementerian Perhubungan dan ditindaklanjuti dengan kunjungan lapangan. Apabila layak, tahapan selanjutnya adalah pembangunan fisik bandara yang akan dibiayai oleh Kementerian Perhubungan. “Semua hanya bergantung dari seberapa cepat studi kelayakan tersebut diselesaikan sehingga bisa ditindaklanjuti pada pembangunan fisiknya,” ungkapnya.
Tampubolon, tidak merinci berapa besar anggaran pembangunan fisik bandara pada tahap pertama, namun dia memastikan pembangunannya diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah pusat. “Jadi secara keseluruhan pemerintah daerah hanya menyediakan lahan dan membayar ganti rugi tanah. Selebihnya untuk pembangunan dilakukan pemerintah pusat,” kata dia.
Tampubolon mengatakan, secara teknis panjang bandara diperkirakan 1.200 meter dengan lebar sekitar 600 meter. Panjang dan lebar Bandara Sitaro, sama dengan perkiraan pembangunan Bandara Miangas, di Pulau Miangas, Kabupaten Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, kata dia. “Kehadiran bandara ini diharapkan dapat menggerakkan ekonomi warga Sitaro serta membantu keterhubungan transportasi dengan beberapa wilayah yang ada di Sulawesi Utara bahkan negara tetangga,” katanya.(niel)
