Manado – Ongkos biaya medis bagi masalah kesehatan di pesisir tidak murah karena masalah kesehatan yang kompleks dan tingginya opportunity cost karena transportasi dan keterpencilan serta hambatan cuaca.
Selain itu, pola hidup dan makanan masyarakat banyak dipengaruhi oleh kondisi cuaca di laut.
Akhirnya masyarakat cenderung mengkonsumsi makanan yang diawetkan pada saat musim badai, padahal hal itu jelas tidak baik bagi kesehatan.
Kenyataan-kenyataan inilah yang membuat Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara berpacu untuk mendekatkan pelayanan kesehatan berbasis kelautan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, dr Jemmy Lampus lewat Kepala BPPK Dinkes Sulut mengatakan bahwa hal ini bisa jadi akselerasi pencapaian MDG’s/SDG’s.
“Pendekatan pelayanan kesehatan lewat masyarakat pesisir diharapkan dapat menjadi leverage untuk akselerasi pencapaian Target Indikator Pembangunan Kesehatan (MDG’s/SDG’s) karena banyak cakupan (indikator) yang masih bermasalah di wilayah ini,” ujar dr Enrico Rawung MARS.
Untuk itu, Dinas Kesehatan sedang berpacu untuk menjadikan Manado sebagai Center Kesehatan Kelautan.
Jika hal ini dapat segera diwujudkan, maka Manado akan menjadi kota pertama di Indonesia yang memiliki hal ini.
“Doakan tahun depan Center Kesehatan Kelautan di Manado bisa diwujudkan. Itu akan menjadi satu-satunya di Indonesia,” tambah Rawung. (srisurya)
