Minsel

Tahun 2012 Bantuan Dua Kapal Ukuran 30 Grostone

PPI Amurang Ikut Lomba Kebersihan

AMURANG – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Minahasa Selatan, Ir Arifin Kiay Demak, MSi menyebut  instansi teknis telah mengikuti lomba kebersihan dan pemanfaatan fasilitas di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Amurang. Lomba tersebut merupakan program dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Pusat.

Menurut Kiay Demak, lomba PPI tingkat Nasional tersebut sudah berlangsung dan kini tinggal menunggu jawaban dari KKP Pusat. Apakah DKP Minsel akan mendapat peringkat yang masuk pada 10 besar. “Dalam lomba tingkat nasional tersebut, DKP telah berusaha dengan seoptimal mungkin. Lebih lagi mengenai kebersihan dan pemanfaatan fasilitas PPI ketingkat nasional,’’ kata Demak.

Meski demikian, melalui lomba kebersihan yang sudah digelar beberapa pekan lalu, instansi teknis akan terus berusaha untuk terus menjaga dan mengoptimalkan supaya lokasi PPI yang ada di Kabupaten Minsel terus terjaga dengan bersih.

Katanya, dalam lomba pengumumannya akan dilaksanakan Desember 2011. “Kami berharap DKP Minsel bisa meraih posisi yang memuaskan. Kami terus berharap supaya kinerja DKP akan lebih dioptimalkan. Karena itu berdasarkan kajian yang mengacu pada lomba yang digelar KKP Pusat. Untuk tahun 2012 Dinas DKP Minsel akan mendapat bantuan dua kapal ukuran 30 Grostone lagi. Ini juga untuk melengkapi dua kapal yang sudah ada lebih dulu,’’ ungkap mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan Minselini.

Ditambahkan Demak lagi, selain kapal 30 GT, pemerintah pusat melalui KKP untuk sisa 2011 ini ada beberapa bantuan yang akan masuk di DKP Minsel. Diantaranya  DAK, dan satu dari dana Dekon. Bantuan diatas bertujuan untuk mengfasilitasi nelayan agar jarak tangkap bisa lebih jauh. Sehingga dapat meningkatkan hasil yang baik, “ucapnya.

Ditambahkan Demak, DKP sekarang mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) agar kapal itu dapat benar-benar dimanfaatkan secara maksimal. Meski begitu, program di DKP kata dia, juga memaksimalkan budidaya baik laut dan darat, pengawasan dan sumber daya pesisir.

“Rumput laut di Tatapaan, budidaya laut apung yakni ikan kerapu tikus dan kue di Bajo dan Ranoyapo, Tumpaan sangat baik. Sementara darat komiditi ikan mas dan nila memanfaatkan potensi kolam seperti Tompasobaru, Motoling, Tenga dan Tumpaan,” pungkasnya. (ape)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara