
Tondano – “Selaku ketua umum panitia, saya mengakui betapa sulit dan beratnya tanggung jawab yang harus dijawab dengan kehati-hatian untuk menjadikan pelaksanaan Sidang Majelis Sinode ke-75 benar-benar murni momentum gerejawi” ungkap Drs. Stefanus Vreeke Runtu dalam sambutannya selaku Ketua Umum Panitia Sidang Mejelis Sinode GMIM ke-75.
“Warga GMIM tentu berperan sebagai penentu, bukan penyeimbang dalam pengambilan keputusan politik dan pemerintahan di Sulut” tambah SVR. Sementara Gubernur SH Sarundajang dalam sambutannya mengharapkan GMIM benar-benar menghasilkan pembaruan dan perubahan ke arah yang lebih baik.
Kemarin (22/03/2010) sidang diawali ibadah agung yang dipimpin Ketua BPS GMIM Pdt. DR AO Supit. Selanjutnya Pdt DR AO Supit membuka sidang yang disimbolkan dengan mengalirkan air ke replika Danau Tondano. Acara dilanjutkan dengan peresmian pembukaan dengan membuyikan tetengkoren oleh Ketua PGI Pdt. Andreas A Yewangoe. “Sesuai dengan tema sidang sinode ke-75, Tuhan itu baik pada semua orang, marilah kita meletakkan Tuhan dalam pelayanan kita” ujar Yewangoe.

..GMIM adalah organisasi gerejawi murni bukan politik dan pemerintahan..tapi GMIM harus turut berpartisipasi dalam segala bidang dan aras..termasuk politik dan pemerintahan..Warga GMIM sudah bisa membaca arah kemana statemen dari bapak SVR..JBU
betul saudara patiukan ……. harus di mengerti …… apa fungsi GEREJA ….. yang sesungguhnya ……………..
“Warga GMIM tentu berperan sebagai penentu, bukan penyeimbang dalam pengambilan keputusan politik dan pemerintahan di Sulut”
Jangan pernah membawa institusi gereja bukan pada tempatnya seperti yang namanya politik…… Inilah akibat jika politik masuk kedalam Gereja….. bukan membuat lebih baik tapi semakin membuat jelek…………… Sudah terbukti saat pemilihan komisi BIPRA